Terungkaplah tabir rahasia BUAH KHULDI

   + 4,5 MILYAR TAHUN USIA BUMI TERUNGKAPLAH TABIR RAHASIA "BUAH KHULDI"

Diungkap oleh seorang anak manusia dari timur, Indonesia pulau Sumatera tepatnya Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan dari Suku Melayu yang tidak memiliki pendidikan formal ilmu agama, namun bila kita mendengar uraian penafsirannya di dalam mengurai Hikmah-Hikmah isi Al-Qur’an, membuat kami tercengang, tertegun, terpukau dan takjub bahkan terdiam seribu bahasa karena kagum atas penjelasan ulasan hikmah-hikmah isi Al Qur’an yang tidak bisa di bantah oleh akal sehat dan dapat diterima oleh hati. Beliaulah Mursyid/Guru Besar/Mujaddid Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan sebagai pimpinan di Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi yang diangkat menjadi Mursyid melalui perintah Ghaib dari sang Maha Ghaib sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan 2 (dua) orang saksi pada persulukan Akbar tepat di usianya yang ke 40 tahun. (lihat kisah lengkapnya di http://www.babur-ridho-rahmatullah.com/post/petunjuk-dari-allah-swt-sang-maha-ghaib.html)

Allah SWT berfriman:
Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim.(Q.S Al Baqarah (2) Ayat 35)


Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Q.S Thahaa (2) Ayat 120)

Berbagai penafsiran dan pendapat bermunculan dari para ahli-ahli tafsir Al Qur’an, para guru-guru besar, para alim ulama di seluruh penjuru dunia untuk mengungkap tabir rahasia buah Khuldi, sebab buah ini merupakan penyebab berdosanya Nabi Adam. as beserta istrinya Hawa karena melanggar larangan Allah untuk memakan buah Khuldi disebabkan bujuk rayuan Iblis, akhirnya dikeluarkanlah Adam. as dan  Hawa dari surga untuk turun ke bumi sebagai tempat tinggalnya hingga sampai saat sekarang ini yaitu keturunan-keturunan Adam. as yaitu manusia termasuk diri kita yang membaca tulisan ini. Mengapa begitu fenomenalnya buah Khuldi hingga terus menjadi pertanyaan besar bagi seluruh umat manusia khususnya umat Islam di dunia ini.
     
Mengenai usia bumi, Ahli geokimia UCLA menemukan bukti bahwa kehidupan telah ada di Bumi setidaknya 4,1 miliar tahun lalu, 300 juta tahun lebih awal dari yang sebelumnya diperkirakan. Penemuan ini menunjukkan bahwa kehidupan ini muncul tak lama setelah planet terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun lalu. (http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/10/penelitian-ungkap-usia-bumi-sebenarnya) Tetapi yang pasti dan jelas…Allah-lah yang paling tahu tentang ciptaan-Nya, namun ilmu pengetahuan tidak bisa kita abaikan begitu saja. Kita semua sudah sama-sama tahu dan mengetahui dari kitab suci Al Qur’an bagi pemeluk agama Islam bahwa Nabi Adam, as diciptakan Allah dari tanah hitam, yang di dasarkan atas firman Allah SWT:

26. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
27. dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
28. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
29. Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
30. Maka bersujudlah Para Malaikat itu semuanya bersama-sama,
31. kecuali iblis. ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.
32. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"
33. berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"
34. Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena Sesungguhnya kamu terkutuk,
35. dan Sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".
36. berkata Iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) Maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,
37. Allah berfirman: "(Kalau begitu) Maka Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
38. sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,
39. iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".
(Q.S Al Hijr (15) Ayat 26-40)


Dari Ayat tersebut di atas dapat kita pahami bahwa benarlah secara logika jika Iblis tidak mau tunduk dan sujud kepada Adam, karena untuk apa Iblis bersujud kepada Adam yang diciptakan Allah SWT dari tanah hitam, sedangkan Iblis sebelumnya telah bersujud kepada Allah sebelum diperintahkan Allah untuk bersujud kepada Adam. kenapa Iblis tidak mau bersujud kepada Adam…??? Jelas adalah kecemburuan, bahwa Adam adalah orang yang baru di ciptakan Allah, sedangkan iblis sudah terlebih dahulu diciptakan Allah dari Api. Jelas kecemburuan membakar iblis oleh api kecemburuan yang membara sehingga sadar atau tidak disadar iblis telah membangkang (melawan) atas perintah Allah. Lalu iblispun di usir Allah dari surga-Nya. Namun iblis bermohon kepada Allah untuk diberikan kebebasan menggoda Adam dan seluruh keturunan anak cucu adam hingga hari dibangkitkan dan Allah pun mengizinkan permintaan iblis tersebut. Disinilah kesempatan iblis melampiaskan dendamnya pertama kali untuk menggoda agar adam. as juga keluar dari surga Allah. Yaitu iblis menggoda adam. as dan siti hawa agar melanggar perintah Allah yaitu untuk mendekati pohon Khuldi dan memakan buahnya. Tipu daya iblis pun berhasil menggoda adam. as dan siti hawa.

Dan Kami berfirman:
"Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim.(Q.S Al Baqarah (2) Ayat 35)



Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firman Allah SWT:
120. kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
121. Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.
122. kemudian Tuhannya memilihnya Maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.
123. Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
(Q.S At Thahaa (20) Ayat 120-123)


   
Menurut Pemahaman dan penafsiran Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin  Muhammad Isa Bin Malan, atas firman Allah tersebut diatas (Q.S Al Baqarah (2) Ayat 35) kalimat “JANGANLAH DEKATI POHON INI”, dalam ayat ini Allah tidak menyebut jenis pohon apa yang dimaksudkan. Namun (Q.S At Thahaa (20) Ayat 120-123) menjelaskan bahwa pohon yang dimaksudkan adalah pohon Khuldi, dan pohon Khuldi pohon yang disebutkan IBLIS, menurut penafsiran Tuan Guru adalah sebagai Perumpamaan saja, jadi pohon Khuldi yang sesungguhnya itu yang dimaksudkan Allah dan dapat diterima oleh akal manusia adalah sebagai “POHON AKAL” yang ada di diri Nabi Adam. as sampai keturunannya hingga bumi berakhir nantinya.

Allah SWT telah berfirman:
(24)Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,  (25) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Q.S Ibrahim (14) 24-25)

Jelas dalam ayat di atas, Allah SWT telah menjelaskan bahwa pohon yang dimaksudkan-Nya adalah sebuah bentuk perumpamaan-perumpamaan kalimat untuk dapat diungkapkan dan dapat dimengerti serta dapat di pahami oleh manusia.  Kenapa Allah mengatakan dalam firman-Nya “Janganlah dekati pohon itu…?” Tuan Guru memahami, memaknai dan menafsirkan secara mendalam dan dapat kita terima dengan akal pikir kita yang sehat serta dapat dibenarkan oleh hati kita; bahwa pohon yang dimaksudkan Allah itu adalah “POHON AKAL KITA SENDIRI” yang ada di setiap diri kita masing-masing, mengapa demikian….? Substansi atau Inti dari ayat itu yang paling penting untuk kita ingat, pahami serta kita hayati bahwa setiap sesuatu yang dilarang janganlah kita mencoba-coba menerawang dengan akal ini sedikitpun tidak boleh. Akal yang mau menerawang atau akal yang meraba-raba atas setiap larangan Allah, itulah yang dikatakan “janganlah dekati pohon ini” yaitu: pohon akal. Sebab merupakan sifat Akal, jika ada sesuatu yang dilarang akan timbul rasa keingintahuan hingga sampai terpikir dan memikirkannya. 

Karena secara logika dan dapat diterima akal, kalau kita mau merabah atau menerawang tentang sesuatu yang dilarang, pastilah nanti datang pikiran-pikiran yang memikirkan tentang larangan itu, disitulah peluang Iblis untuk membisik-bisikan pikiran jahat kedalam pikiran yang memikirkan atas larangan tersebut, dan bila pikiran kita menerima atas bisikan-bisikan jahat dari Iblis tersebut, itulah yang dikatakan “Buah Khuldi” jadi buah Khuldi itu sesungguhnya adalah buah  pikiran-pikiran manusia atau buah pikiran kita sendiri, yang telah dibisikkan oleh Iblis kepada pikiran jahat itu. Apabila buah pikiran jahat itu diterimanya lalu dimakannya dan merasuk kedalam hati yang kemudian diwujudkan dalam bentuk perbuatan yang nyata itu, itulah yang diumpamakan memakan buah khuldi.

Seperti Firman Allah SWT yang artinya:
dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
(Q.S. An-Naas (114) ayat 4-5)


Bila sesuatu yang tidak kita ketahui akibatnya, pastilah kita selalu tergelincir dan jatuh oleh akal itu sendiri, karena iblis selalu menjanjikan/ meng-iming-imingi kepada akal kita hal-hal yang manis-manis dan baik-baik sesuatu yang belum atau tidak dapat terlihat bagi diri kita. Contohnya: bila kita mengerjakan perintah-perintah Allah menurut akal buah pikiran kita, pastilah setiap yang kita kerjakan atas perintah-perintah Allah itu akan mendapatkan Pahala yang Besar, dan akan dijanjikan akal itu surga yang kekal. Mendekati pohon itu (pohon akal) saja tidak diperboleh Allah, apalagi memakan buahnya, yaitu BUAH KULDI yang difirman kan Allah dalam Q.S At Thahaa (20) ayat 120. Jadi jelas syaitan membisik-bisikan pikiran jahat kepada Adam as, dan Adam tidak dapat lagi menimbang dengan menggunakan akal sehat nya..karena doroangan bujukan hawa nafsunya lebih berperan dari pada akal sehatnya sebagai timbangan (mizan) untuk mengetahui dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, lalu adam. as pun memakan buah dari pohon pikirannya (buah khuldi) atas rayuan dan bisikan-bisikan jahat Iblis yang dibisikan kepadanya karena menjanjikan sebuah kerajaan yang tidak akan binasa, kerajaan yang dimaksudkan disini sesungguhnya adalah kerajaan iblis yang tempatnya di neraka yang kekal dan abadi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa; pohon khuldi itu dalam arti sesungguhnya menurut pemahan Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan; TIDAKLAH ADA BENTUK FISIK POHON DAN BUAHNYA, yang ada hanyalah perumpamaan yang dibuat oleh Allah bahwa “pohon itu sesungguhnya adalah pohon akal’ dan buah khuldi itu adalah “Buah Pikiran” sedangkan cabangnya adalah “ Buruk Sangka” dan rantingnya adalah “ timbulnya berbagai bentuk penyakit-penyakit hati, seperti: Amarah, iri, dengki, benci,  hasud, khianat, sombong dan lain sebagainya. Apabila dimakan atau kita ikuti pikiran-pikiran jahat atau bisikan-bisikan iblis itu sampai kita mewujudkan/membuat/mengaplikasikannya dalam perbuatan, itulah yang dinamakan TELAH MEMAKAN BUAH KHULDI, menjadi susahlah pikiran dan hatinya, karena pikirannya sudah dirasuki oleh bisikan-bisikan jahat iblis untuk tidak patuh terhadap larangan Allah, intinya tidak mau patuh terhadap perintah dan larangan-larangan Allah. Setelah berhasil iblis/syaitan membisikkan pikiran jahat kepada Adam lalu dimakan Adam bisikan pikiran itu, bila dimakannya pikiran jahat itu, itulah sesungguhnya telah memakan buah khuldi. Jadi menurut pemahaman, penafsiran dan keyakinan Tuan Guru bahwa “buah khuldi” yang dimaksudkan dalam firman Allah itu sesungguhnya adalah “BUAH PIKIRAN”.

Pesan Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan ; “Dalam ulasan ini sebenarnya bukanlah permasalah buah Khuldi ini yang menjadi inti pembahasan kita, tetapi tujuan menguak tabir misteri buah khuldi ini adalah agar setiap orang di dunia ini khususnya umat Islam tidak mereka-reka dan tidak berpendapat lagi macam-macam tentang buah khuldi, sekarang kita mengerti dan memahami bahwa setiap masing-masing diri kita membawa pohon khuldi itu….dan sekarang tinggallah masing-masing diri yang menentukan, apakah kita ingin memakan buah khuldi itu atau tidak, dan inti pokok dari ulasan ini adalah bagaimana kita dapat mencintai Allah di dalam hati kita secara berkekalan (tauhid sebenar-benar Tauhid) tanpa ada yang lain yang kita ingat (sebut) selain Allah, itulah yang dibawa oleh Junjungan Nabi Muhammad SAW ketika Beliau Isra’ Mi’raj. Jadi janganlah kita hanya mengikuti gerak tubuh dalam shalatnya dan membaca firman-firman Allah dengan lidah syari’atnya, tetapi hati Nabi Muhammad SAW juga wajib kita ikuti yaitu yang hanya berkekalan kepada Allah semata, kalau belum dapat istiqomah dan berkekalan, maka tuntutlah ilmunya, yaitu ilmu tasawuf dengan jalan beramal ibadahnya melalui thariqat yang mu’tabarah di mana saja berada.

Sekarang…..saatnya kita untuk tidak lagi mendekati pohon akal kita apalagi sampai memakan buah pikiran itu (buah khuldi) yang dapat menyesatkan kita, yaitu untuk tidak berdzikir kepada Allah yang membuat hati kita menjadi keras dan menimbulkan pikiran-pikiran jahat serta banyak keburuk terhadap orang-orang yang diberikan Allah kelebihan atas Karunia dan Rahmat-Nya, sehingga menjadikan kita sebagai golongan syaitan karena tidak berdzikir kepada Allah.

Allah SWT telah berfirman:
Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S Az Zummar (39) ayat 22)


Dan firman Allah SWT lagi:
syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah;
mereka Itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya golongan syaitan Itulah golongan yang merugi. (Q.S Mujaddilah (58) Ayat 19)



Pertanyaanku: "Mengapa Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan berani menafsirkan Al Qur’an tanda kaidah-kaidah tafsir yang sudah ada ketentuan ilmunya….?"

Jawab Tuan Guru;
Owalah…owalah…. Dimas…Dimas... Hee…hee…hee…
Kalau ditanya Tuan…Tuan sendiripun gak ngerti…tapi keluarnya begitu saja, rasa Tuan… Allah selalu dekat dan melekat di hati Tuan…jadi bukan berdasarkan akal-akalan Tuan,  kemauan Tuan, bijak-bijakan Tuan, apalagi dari kehendak hawa nafsu Tuan sendiri. Bukankah kita diperitahkan hanya takut kepada Allah saja…? Kalau kita takut hanya kepada Allah saja, jangan lepaskan Allah dihatimu, yaitu dengan selalu berdzikir menyebut nama-Nya, apalagi Allah ridho terhadap hati atau jiwamu…maka Allah selalu menjaganya, membimbingnya, menunjukinya dan mengajarinya. Cukup jelas dimas…….?????

Menafsirkan Al-quran yang harus dengan berbagai disiplin ilmunya memang benar dan diakui oleh siapa saja namun hal tersebut jangan sampai hingga menutup peluang akan kekuasaan Allah yang dapat berkehendak mengajari setiap hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, Allah dapat saja mengajari siapa saja yang dikehendaki-Nya termasuk diri pembaca sendiri jika Allah menghendakinya mengajarkan ilmu pengetahuan dari sisi-Nya (ilmu Laduni) yang tidak pernah diketahui orang lain. Ilmu Allah tentunya tiada berbatas dan tiada terhitung sehingga manusia tidak boleh menvonis bahwa ilmu Allah itu sebatas disiplin ilmu yang ia pelajarinya saja, atau sebatas akal pikirannya saja, sebab manusia dianugrahi ilmu oleh Allah hanya sedikit sekali, alangkah dzalimnya manusia itu jika tidak dapat menerima apalagi menolak pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang diberikan karunia-Nya sepanjang pengetahuan itu tidak bertentangan dengan Al-Quran itu sendiri dan syariat Islam yang telah dibawa oleh junjungan Nabi kita Muhammad SAW walaupun pengetahuan itu dianggapnya baru dan asing baginya haruslah terlebih dahulu  menelusuri dan memahami serta mendalami akan maksud dan tujuannya pengetahuan itu, apalagi pengetahuan itu sangat sesuai dengan Al-Quran yang penuh dengan hikmah itu sendiri sebagai acuan dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

Allah SWT berfirman:
Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Q.S Al Fath (48) ayat 4)


Firman Allah SWT yang artinya:
Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,(Q.S.Yasiin (36) ayat 2)


Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).(Q.S Al baqarah (2) ayat 269).

Firman Allah SWT yang artinya:
Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya.
(Q.S Al qiyaamah ayat 16-18).

Firman Allah SWT yang artinya:
Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim. (Q.S Al-ankabuut (29) ayt 49).

Firman Allah SWT yang artinya:
Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur'an setelah beberapa waktu lagi.(Q.S. Shaad (38) ayat 88)


Jadi bagi siapa yang menolak atau menentang ayat-ayat Al-Qur’an tersebut samalah bagi mereka sebagai orang yang dzalim, tegasnya sebagai kafir  (kafir zindiq) yang nyata disisi Allah atau setan yang nyata, karena mengingkari atau menolak akan kekuasaan Allah yang Maha Luas lagi Maha Ilmu itu.

Berkaitan dengan penafsiran Tuan Guru yang menjelaskan bahwa pohon khuldi itu adalah AKAL dan buah khuldi itu adalah buah PIKIRAN yang sesungguhnya pengetahuan itu  bukan berdasarkan Akal dan bukan pula berdasarkan hawa nafsunya semata, akan tetapi Tuan guru diajari oleh Allah akan pengetahuan tersebut kedalam hatinya, namun yang sangat ironis, adakalanya bagi orang-orang yang hanya perpegang kepada disiplin ilmu dan berdasarkan akalnya justru menilai bahwa pengetahuan itu tidak pernah ada didalam berbagai disiplin ilmu yang pernah ia pelajari hingga menvonis pengetahuan itu berdasarkan akal-akalan saja. Hanya karena persoalan dirinya tidak mengetahuinya atau dirinya tidak diajari oleh Allah tentang pengetahuan tersebut, sampai-sampai dirinya berburuk sangka dan iri akan karunia Allah yang telah diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki Allah, hingga dengkilah dirinya dan akhirnya membuat Fitnah-Fitnahan sesat kepada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah azza wajallah.
 
Firman Allah SWT yang artinya:
Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.(Q.S.Al-Baqarah (2) ayat 90).


Sejak zaman terdahulu hingga zaman ini begitu banyaknya para penyampai kebenaran yang menyampaikan kebenaran khususnya yang mengajarkan akan kemurnian tauhid kepada Allah agar benar-benar dengan sepenuh hati ini untuk mencintai Allah semata dan mengajarkan agar hati kita tidak menduakan Allah (syirik) dengan sesuatu selain hanya Allah semata dihati, mereka para penyampai ajaran ketauhidan itu selalu saja disusah-susahkan, diganggu hingga diperangi, semuanya itu disebabkan iblis /syaitan  tidak suka jika manusia benar-benar hatinya dapat ikhlas mencintai Allah sehingga Iblis/ syaitan tidak dapat lagi berperan/berfungsi untuk menggoda dan mengusai manusia, iblis laknatullah tidak pernah suka jika hati kita selalu bersama Allah (berdzikir), iblis /syaitan menginginkan hati kita jauh dari mengingat Allah.

Firman Allah SWT yang artinya:
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.(Q.S. Al- mujadillah (58) ayat 19)


Jelaslah bagi kita semua  bahwa bagi orang-orang yang tidak suka kepada orang-orang yang mengajarkan agar hati manusia dapat mencintai Allah dengan methode dzikrullah sudah di dipastikan dirinya sesungguhnya golongan syaitan.
 .
Mohon maaf Lahir dan bathin jika ada kata-kata kami yang menyinggung perasaan hati saudara kami yang kami sayangi, kami kasihi dan kami cintai, semoga kita tetap dalam keridho’an Allah dengan hati yang tulus dan ikhlas sebagai teman dan sahabat. Demi Allah,… dalam membuat tulisan ini kami bermaksud hanya tukar pikiran saja kepada saudara-saudaraku, jika diterima berbahagialah hati kami, dan jika tidak diterima tetap kami ucapkan Alhamdulillah, dan semoga kita tetap menjalin hubungan pertemanan dan persahabatan ini dengan tulus dan ikhlas hanya karena Allah. Amin…Amin…Amin…Ya Robbal Alamin…..






     

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru