Siapa dalang 2 Desember 2016

TUAN  GURU SYEKH. MUHAMMAD HIRFI NUZLAN
MENGETAHUI SECARA PASTI...SIAPA DALANG 2 DESEMBER 2016


Turun kejalan (demonstrasi) dengan mengungkapkan unek-unek perasaan yang
tidak sesuai dengan buah pikiran dan perasaannya dan akan mengeluarkan
pendapatnya yang disebut dengan orasi di dalam demonstrasi tidaklah salah,
bahkan dilindungi oleh undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kalau aksi 4 Nopember 2016 disebabkan terlukanya hati umat yang mengaku
atau merasa beragama Islam karena dugaan penistaan agama yang dilakukan
oleh Gubernur DKI Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada saat melakukan
dialog dengan masyarakat di kepulauan seribu adalah hal yang wajar dan
pantas terluka,  sehingga  diwujudkan dengan aksi demonstrasi yang katanya
“AKSI DAMAI” namun berujung kepada tindakan kekerasan dan pengerusakan.

Atas aksi 4 Nopember 2016 tersebut, sebelumnya Mursyid/Guru Besar/Mujaddid
Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal
Hindi, Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin
Muhammad Isa Bin Malan pada tanggal 31 Oktober 2016 melalui media
website.babur-ridho-rahmatullah.com maupun media sosial facebook agar
membatalkan niat untuk turun kejalan karena pasti akan menciptakan suasana
yang tidak kondusif karena dikhawatirkan akan disusupi oleh oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Akhirnya sesuatu yang sangat di khawatirkan Tuan Guru pun terjadi pada
tanggal 4 Nopember 2016, yaitu  tindakan kekerasan dan pengerusakan sehingga
mengakibatkan jatuhnya korban pemukulan dan bahkan ada yang sampai meninggal
dunia, serta tindakan kekerasan kepada 79 anggota kepolisian yang bertugas
yang diantaranya menjadi korban pelemparan, pemukulan dan penusukkan kepada
pihak petugas keamanan oleh para pendemo (menurut keterangan Kabid Humas
Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono), juga pembakaran unit mobil kepolisian
dan pengerusakan 6600 pohon dan fasilitas umum tidak luput dari
tindakan para demonstran di sekitar Istana Presiden dan silang Monas yang
dijadikan titik kumpul demonstrasi, serta sampah yang berserakan yang
mencapai +70 ton akibat aksi demo tersebut, dan pihak kepolisian juga
mengamankan beberapa anak panah dari lokasi demo (sumber: KOMPAS.com,
Tempo.com & www.tribunnews.com)

kalau ditanya...mobil dan pohon-pohonan yang tidak mempunyai hubungan dengan
Ahok mengapa juga menjadi sasaran, bukankah pohon itu mahluk hidup yang
disebut pohon atau tumbuh-tumbuhan yang juga memiliki hak untuk hidup yang
pastinya juga selalu berdzikir kepada Allah SWT dan banyak manfaatnya bagi
umat manusia, yaitu dapat memberikan kesejukan dan kesehatan di alam ini
khususnya bagi manusia, secara ilmu biologinya tumbuhan atau pepohonan
menyerap co2 (carbondioksida) dan mengeluarkan O2 (oksigen) untuk dihirup
manusia. Sedangkan mobil benda mati yang kegunaannya sangat banyak fungsinya
sebagai kendaraan petugas di Negeri ini, sehingga bila pohon-pohon dan mobil
bisa bicara, diapun akan berkata : “aku...salah apa bro...?, ente pakai
lebai dan pakaian muslim, tapi ente membakar aku yang tiada berdosa
sedikitpun dan aku juga tidak ada hubungannya dengan Ahok yang kamu sangat
membencinya, kamu boleh membenci sesuatu tetapi ikutilah prosedur yang sudah
berlaku di Negeri ini”.


Memang, pada awal mulanya telah digembar-gemborkan bahwa aksi 4 november
2016 adalah “AKSI DAMAI”  karena Islam itu katanya adalah agama rahmatan
lil‘alamiin
, agama yang penuh dengan kedamaian, keindahan, kesejukan,
ketenangan, kebersihan, kelapangan, kesabaran dan santun. Namun apa yang
terjadi...? para demonstran telah melanggar ketentuan batas waktu berunjuk
rasa yang telah disepakati sampai dengan pukul 18.00  waktu setempat,
sehingga demonstrasi aksi damai  berujung kepada tindakan anarkis.

Tercorenglah citra Islam yang Rahmatan lil alamin itu, dunia pun melihat dan
menyaksikannya dengan cukup jelas dan terang, dan tercorenglah wajah-wajah
umat Islam saat amarah tidak dapat terkendalikan yang seyogyanya proses
hukum untuk  dijalankan segera; menurut keterangan KAPOLRI, dan seharusnya
kita harus mempercayai dan wajib mempercayainya akan kata-kata pemimpin
sebagai aparat penegak hukum yang sedang memproses dan menindak lanjuti
proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Basuki Tjahja Purnana (Ahok).

Kenapa kita harus memaksa atas kehendak kita terhadap orang yang diduga
menista agama kita (umat Islam). Bersabarlah... dan giring terus proses
hukum itu kalau kita kurang percaya, sehingga bisa membuat kita berdiri di
atas hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita
cintai ini, terutama bukan hukum yang berlaku atas kehedan diri kita
sendiri, kelompok ataupun golongan maupun pemahaman serta keyakinan kita
sendiri.

SADARLAH DIRI TAHU DI UNTUNG sebagai warga negara Indonesia yang baik, yang
berbudi dan berakhlakul karimah, jangan berlindung di balik topeng, jubah
dan sorban dengan mengatasnamakan umat Islam, dan jelas bahwa Dewan Pimpinan
MUI pun mengeluarkan pernyataan dengan menegaskan bahwa GNPF MUI bukanlah
merupakan bagian dari Dewan Pimpinan MUI dan tidak ada hubungan struktural
formal apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI
.(Sumber: Detik.com)

Tegasnya.....! kasus AHOK sudah berakhir, dalam arti kata: proses hukum
sedang berjalan tinggal menunggu proses pengadilan, apapun hasil keputusan
pengadilan itu nantinya, umat Islam khususnya, mau tidak mau, suka tau tidak
suka, senang atau tidak senang wajib dapat menerima dengan lapang dada.
Karena pada hakikatnya Islam yang sesungguhnya itu adalah Lapang Dada,
sebagaimana Allah SWT telah berfirman:

Maka Apakah orang-orang yang dilapangkan Allah hatinya untuk (menerima)
agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya
(sama dengan orang yang
membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah
membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang
nyata.(Q.S Az Zummar(39) ayat 22)


NAMUN, JIKA PADA TANGGAL 2 DESEMBER 2016 (2.12) UMAT ISLAM MASIH JUGA TURUN
KE JALAN, BERARTI JELAS INI BUKAN LAGI DEMO ATAS KASUS PERMASALAHAN
PENISTAAN AGAMA OLEH AHOK, KALAUPUN MEREKA BERDALIL DENGAN KASUS AHOK LAGI
BERARTI UMAT ISLAM YANG TURUN KEJALAN ITU PERLU DISANGSIKAN/DIRAGUKAN
TENTANG KEISLAMANNYA, karena persoalan Ahok kan sudah ditangani untuk di
proses secara hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Apalagi terdengar santer bahwa aksi 2 Desember 2016 adalah mau membuat aksi
makar, jelas orang-orang yang menentang tentang legitimasi pemerintahan yang
sah yang juga telah diangkat dan ditetapkan oleh undang-undang, orang-orang
seperti ini wajib di ambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,
karena tidak menghiraukan lagi tokoh-tokoh agama, pemuka-pemuka agama dan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pemerintahan yang sah sesuai dengan
firman Allah itu sendiri dan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang kita cintai.
Sebagaimana Allah telah menegaskan di
dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan
ulil amri di antara kamu
. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang
sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian
itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(Q.S An Nisaa (4) ayat 59)


TUAN GURU SYEKH. MUHAMMAD HIRFI NUZLAN MELIHAT SECARA NYATA BAHWASANNYA
DALANG KERUSUHAN YANG SEBENARNYA TELAH DAPAT DIKETAHUI DENGAN JELAS DAN
PASTI, YAITU IBLIS YANG AMAT NYATA YANG BERSARANG DI DALAM DADA PARA
PENDENDAM TERHADAP SESEORANG, KELOMPOK ORANG, GOLONGAN ORANG MAUPUN
PEMERINTAH YANG SAH.
Allah SWT telah berfirman:

19. syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat
Allah; mereka Itulah golongan syaitan. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya
golongan syaitan Itulah golongan yang merug
i. (Q.S Mujaddilah (58) ayat 19)


Serta firman Allah SWT:
10. dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan
bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

(Q.S Al Baqarah (2) ayat 10)


Sehingga menangkap dalang yang nyata itu tidaklah begitu mudah dan tidak
juga begitu sulit, namun dalang yang amat nyata itu yaitu iblis dapat kita
tangkap dan kita kurung agar tidak berkeliaran lagi untuk menghasut sana-
sini dan mengadu domba serta menyebarkan fitnah kemana-mana dengan cara
memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu terutama HATI kita yang merupakan
tempat bersarangnya dalang kerusuhan di Negeri yang kita cintai ini yaitu
Iblis itu sendiri yang selalu menghasut, membisik-bisikkan hal yang tidak
baik, membawa kebencian, membawa keraguan, kebimbangan dan keburuk sangkaan
kepada orang lain bahkan mengajak kepada permusuhan dan peperangan.

Dan jalan untuk menangkap dan mengurung atau memenjarakan dalang kejahatan
itu, yaitu iblis sangatlah muda sebenarnya jika kita mau masing-masing diri
wajib menyebut nama Allah di dasar lubuk hati kita dan membujuk iblis yang
merupakan dalang kerusuhan itu dengan berlindung kepada Allah bagi umat yang
mengaku mengucap dua kalimasyahadat  dan yang mengaku sebagai umat yang
beragama Islam yang lapang dada dan beragam Islam yang rahmatan lil alamin
dengan mengamalkan methode dzikrullah secara benar, past, tepat dan terarah
ke dalam dasar lubuk hati kita yang paling dalam tanpa bersuara yang wajib
diamalkan dan dilazim-lazimkan menyebut nama Allah
, seperti firman Allah SWT:

27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam syurga-Ku.
(Q.S Al fajr (89) 27-30)


dan firman Allah SWT lagi:
dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa
takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang,
dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.
(Q.S A’ A’raaf (7) ayat 205)


dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku. (Q.S Adz Dzariyaat (51) ayat 56)


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram
.(Q.S Ar Rad (13) ayat 28)

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin
supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).
dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana (
Q.S Al Fath (48) ayat 4)


Itulah mengabdi secara benar, pas, tepat dan terarah yang sangat di Ridhoi
Allah SWT. Maka damailah hati kita bersama Allah dan damai pula terhadap
sesama makhluk ciptaan Tuhan, menjadi amanlah negeri kita dan makmurlah
negeriku Indonesia serta terwujudlah negeri yang Baldatun Toyyibatun warabbun
ghofur yaitu
Negeri yang sentosa, adil dan makmur dibawah lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun.

Amiin...amiin...amiin....ya rabbal alamiin.








 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru