Salam Perdamaian Dunia

MARILAH SALING BERGANDENGAN TANGAN WALAU BERBEDA  AGAMA DAN KEYAKINAN UNTUK MENGGAPAI PERDAMAIAN DUNIA

 

 

Kasih sayang itu terjalin dari perkenalan dan pendekatan, itulah yang dikatakan silahturahmi; seperti pepatah lama “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, TAK SAYANG MAKA TAK CINTA” Yang pepatah itu disambungkan ungkapannya oleh Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin. H. Muhammad  Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan “TAK CINTA MAKA TAK RASA, TAK RASA MAKA TAK DAPAT, TAK DAPAT MAKA TAK TAHU”. 

Allah SWT telah berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al Hujuurat (49) Ayat 13)

Pengertian orang yang paling bertakwa dalam ayat ini, yang dimaksudkan Allah  SWT adalah: bagi siapa saja umat manusia yang ada di dunia ini, bila hatinya telah selalu bersama dengan Allah/dengan Tuhannya dan berkekalan secara terus menerus, inilah yang disebut sebenar-benar takwa. Kalau kita takut kepada adzab Allah, gantungi Allah (hanya bergantunglah kepada Allah), pegangi Allah di setiap saat dan waktu.  Sebagaimana firman Allah SWT:

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,  4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Q.S AL Ikhlas (112) Ayat 1-4)

Jangan lupa untuk selalu menyebut-Nya dengan hati yang bersih dan suci, itulah aqidah yang sesunggguhnya dalam padangan dan penilaian Allah SWT. Allah SWT telah berfirman: "sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu" (Q.S Asy Syams (91) Ayat 9)

Di dunia ini semua manusia walau suku bangsa dan agama apapun adalah ciptaan Allah. Alangkah indahnya hidup ini bila kita saling mengenal, saling memahami dan saling berkasih sayang antara suku bangsa dengan bangsa yang lain dan antar agama yang satu dengan agama yang lain untuk menyatukan satu tujuan bahwasannya hanya ada satu Tuhan di hati kita masing-masing.  Begitu indahnya corak ragam suku bangsa  ini bila kita saling bergandengan tangan sehingga terjalinnya hubungan yang begitu mesranya antara anak-anak bangsa yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, bukankah tujuan setiap negara-negara di dunia ini menginginkan setiap warga negara yang dipimpinnya hidup rukun dan damai dengan menjalin hubungan yang baik antara satu dengan yang lain, antara agama satu dengan agama yang lain, apalagi antar sesama agama dan antar suku,  khususnya  di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Namun, kenyataan yang kita lihat.... kecenderungan tidak jarang terjadi pertikaian antara satu bangsa dengan bangsa yang lain , antar Negara dengan Negara yang lain, antar suku dengan suku yang lain yang saling bercokol kerap kali terjadi, hingga sampai kepada tindakan angkat senjata yang berujung kepada peperangan antara bangsa, negara dan suku.  seperti contohnya peperangan antara Negara Palenstina dengan Israel yang hingga sampai saat ini tidak juga mereda.

Persoalan angkat senjata antara negara satu dengan negara lain sangat kompleks permasalahannya; ada yang bersifat politik, kekuasaan, atau saling menguasai. Bukankah semua kegiatan perang angkat senjata itu lebih dominan dipegang dan dikuasai oleh hawa nafsu yang ingin berkuasa dan menguasai yang ada di dalam setiap diri individu manusia. Sehingga sesuatu yang berawal dari perdebatan, hingga menjurus kepada pertikaian dan peperangan teramat sulit untuk di hindari yang mengakibatkan berjatuhannya  korban-korban yang tidak berdosa di karenakan kerakusan dan ketamakan sehingga melupakan kepentingan perdamaian dunia itu sendiri. Walaupun kita sama-sama mengetahui PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) misinya adalah menciptakan kedamaian dan perdamaian di dunia. 

Betapa mirisnya hati ini kalau kita lihat dilayar kaca televisi, setiap bangsa-bangsa yang berperang saling menunjukan dan mendemonstrasikan persenjataan mereka yang canggih, padahal semuanya itu digunakan untuk saling membunuh dengan berdalih sebagai pertahanan di negaranya masing-masing, sehingga tidak jarang masyarakat sipil menjadi korban peperangan itu sendiri. Anak-anak dan kaum wanita serta orang tuapun tidak jarang menjadi korban hawa nafsu angkara murka itu. 

Betapa pilunya hati ini, rasanya ingin menjerit bermohon dan berdoa kepada Tuhan agar mereka yang bercokol dan bertikai memperturutkan hawa nafsunya dapat di damaikan oleh Tuhan (Allah Sang Maha Damai itu). Mau tidak mau, suka atau tidak suka, sempat atau tidak sempat...marilah masing-masing hati kita kembali kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Tetapi kita harus menyadari bahwasanya  iblis juga mempunyai permohonan kepada Tuhan untuk menyesatkan seluruh turunan anak cucu adam dan Tuhan mengizinkannya atas permohonan iblis itu, dan iblis diberikan Tuhan juga untuk membangkitkan hawa nafsu yang ada di dalam setiap diri umat manusia untuk tidak mau patuh kepada Tuhan dan memperturutkan petunjuk-petunjuk iblis/syaitan itu, bahkan iblis/syaitan juga membisik- bisikkan kata-kata yang indah kedalam dada setiap anak manusia yang bersemayam di dasar lubuk hati manusia dengan membisikkan  “jika kamu menguasai suatu negara atau bangsa, betapa besarnya kekausaanmu dan kekayaanmu”. 

Sadar atau tidak sadar manusia bertindak tanpa memperdulikan apa yang diperintahkah Allah/Tuhan, karena mereka adalah penentang Tuhan yang tidak mau tunduk dan patuh akan perintah-perintah Tuhan. Tegasnya iblis/syaitan itu teramat suka dan gemar membuat kerusuhan dan kerusakan di muka bumi Allah ini, karena Iblis ingin menunjukkan kepada Allah bahwasnnya Iblis/syaitan lebih banyak di diikuti oleh manusia  dari pada Engkau Ya ALLAH.

Perhatikan firman Allah SWT di bawah ini: "Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Q.S Al Baqarah (2) Ayat 11-12)

Allah SWT berfirman lagi: Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi,  dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (Q.S Al Hijr (15) ayat 39)

Dan firman Allah SWT lagi: Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah  golongan yang merugi. (Q.S Al Mujaddilah (58) Ayat 19)

Allah SWT juga berfirman: 41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan   mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 

42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". 

43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya):     pada hari itu mereka terpisah-pisah. (Q.S Ar Rum (30) Ayat 41-43)

 

Allah juga berfirman: Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,  tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Q.S Al A'raaf (7) Ayat 96)

Imam Abul  'Aliyah Ar Riyaahi berkata; barang siapa yang bermaksiat kepada Allah di muka bumi maka (berarti) dia telah berbuat kerusakan padanya, karena perbaikan di muka bumi dan di langit (hanyalah dicapai) dengan ketaatan (kepada Allah ta'ala).

Ali r.a berkata : Nabi SAW bersabda : Jibril a.s berkata : Allah ta’ala berfirman : La ilaha illallah  itu sebagai bentengku, maka siapa yang masuk kedalamnya aman dari siksaku .(H.R Ibn Asakir).

 

Lalu bagaimana kita –kita ini yang menginginkan perdamaian itu, yaitu damai antara satu bangsa dengan bangsa lain, antar suku dengan suku yang lain, antara agama dengan agama dan antar sesama agama serta antara satu dengan yang lain. Namun perlu diingat dan sangat-sangat diingat...damaikanlah terlebih dahulu diri kita pribadi dengan hati kita masing-masing  untuk kembali kepada Allah YANG MAHA PENCIPTA. (maksudnya adalah mendamaikan hati kita yang selalu cenderung memperturutkan hawa nafsu yang selalu mengajak untuk bermaksiat kepada Allah dengan jalan masing-masing setiap agama yang diyakininya untuk mentauhidkan Tuhan atau menyebut nama Tuhannya  atau membesarkan nama Tuhan di dalam hati kita masing-masing). Bagi pemeluk agama Islam berdzikirlah kepada Allah setiap saat dan waktu agar hatimu dapat damai bersama  dengan Allah SWT. Maka carilah wasilah  (silsilah yang tersambung sanadnya sampai kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW) dan bertanyalah kepada Ahlinya .

Sebagaimana firman Allah SWT: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya,  supaya kamu mendapat keberuntungan.(Q. S Al Maidah (5) Ayat 35)

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu (agama) maka akan Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat senantiasa meletakkan sayapnya bagi orang-orang yang menuntu ilmu (thalibul ilmi). Para penghuni langit dan bumi sampai  ikan-ikan di dalam air pun akan memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang alim dibandingkan 'abid (ahli ibadah) bagaikan keutamaan bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris nabi. Dan para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham tapi hanyalah mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan itu berarti dia telah mendapatkan keuntungan besar." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Allah SWT berfirman: Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada  orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (Q.S Al Anbiyaa' (21) Ayat 7)

 

Sekarang mau bilang apa kita.....? ini adalah tugas besar kita semua, terkhususnya para pemimpin-pemimpin Bangsa ini untuk memulai dan mengawali menyelamatkan anak-anak bangsanya masing-masing yang di pimpinnya agar dapat kembali hatinya tunduk dan berdzikir kepada Allah. 

 

Allah SWT telah berfirman: Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S Al Haddid (57) Ayat 16)

 

Dari itu...jangan turuti langkah-langkah syaitan yang selalu membisik-bisikkan kedalam dada setiap manusia yang selalu mengajak untuk membuat keonaran dan kerusakan di muka bumi ini. syaitan berdalih bahwa ini adalah untuk membuat perbaikan padahal sesungguhnya jelas perbuatan iblis itu selalu mengajak untuk melakukan keonaran,kekacauan dan pengerusakan dan bahkan pertumpahan darah hingga berujung kepada pembunuhan di bumi Allah ini. 

 

Semua pekerjaan itu tidak bisa ditolerir oleh siapapun dan oleh apapun. karena hukum ada di dunia ini, apalagi hukum Allah yang amat nyata kita rasakan di hati kita masing-masing. Kalau mau aman dan tentram hati kita, CINTAI ALLAH sepenuh hatimu, segenap jiwa dan ragamu dan bagi pemeluk agama Islam cintai Rasul Junjungan Nabi Besar kita Muhammad SAW.

firman Allah dengan tegas mengatakan: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S ALi Imran (3) Ayat 31)

Rasulullah  junjungan Nabi Besar kita Muhammad SAW sebagai suri tauladan kita, ikutan kita  kini telah dalam pelukan Allah yang Maha Suci dan Maha Agung itu.

Sebagaimana firman Allah SWT: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S Al Ahzab (33) ayat 21)

Dan Rasulullah SAW bersabda: Innama Buitsu Liutamimma Makarimal Akhlak artinya: Sesungguhnya Aku Diutus ke Dunia Hanyalah Untuk Menyempurnakan Akhlak".

Sehingga, di zaman sekarang ini... ikutilah para alim-ulama yang mewarisi Junjungan Nabi Muhammad SAW.  Apakah yang diawarisi kan kepada para ulama...? jawabnya adalah; hati  yang bertauhid kepada Allah, yang mengenal dan menyaksikan Allah di dalam hati ini. 

dalam sebuah hadits: Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. [HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi].

Semoga kita semua tetap dalam pemeliharaan Allah dan dalam lindungan Allah,  semoga karunia rahmat dan keridho'an-Nya dapat kita rasakan.

Amin...amin...amin...ya Rabbal Alamin.....

Wassalam

Disampaikan Oleh; Mursyid/Guru Besar/Mujaddid Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin. H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan Pimpinan Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi

 

 

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru