Sakaratul Maut

BILA DATANG SAKRATUL MAUT,ILMU APA TUAN GUNAKAN…???

Dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan ilmu semua menjadi terarah
dan dengan ilmu pula kita dapat hidup bahagia. Sebaliknya tanpa ilmu
pastilah semuanya menjadi salah, akhirnya hidup kita akan menjadi
susah dan menderita.

Begitulah pentingnya ilmu, sehingga setiap manusia yang hidup di dunia
ini haruslah  dibekali dengan ilmu agar dapat menjalani hidup dengan
mudah dan lebih terarah serta ditinggikan derajatnya disisi manusia
lainnya, yang kesemuanya itu adalah untuk tujuan hidup dapat bahagia,
manusia yang telah menyadari pentingnya akan ilmu mereka akan berlomba-
lomba mengejar dan menggali serta menuntut ilmu sampai-sampai
menghabiskan waktu yang begitu panjang  dalam meraihnya, walau harus  
membayar mahal untuk mendapatkannya serta menempuh jarak yang sangat
jauh untuk meraihnya, begitulah pentingnya ilmu.

Sehingga Rasulullah SAW telah berpesan dalam sabdanya:
Anas r.a berkata : Rasulullah S.a.w bersabda :
“Tuntutlah Ilmu walau di negeri Cina, sebab menuntut Ilmu Agama itu
wajib atas tiap orang muslim. Sesungguhnya Malaikat menghamparkan
sayapnya pada orang yang menuntut Ilmu karena Ridho (suka/senang)
dengan apa yang dituntut (dicari).
(H.R Ibn Abdul Barr)

Hidup di dunia ini hanyalah bersifat sementara dan hidup di akhirat  
setelah kita mati adalah kekal selama-lamanya, baik nantinya apakah
kita bertempat disurga ataupun neraka, tidaklah salah kalau kita
sudah memiliki semua ilmu-ilmu dengan gelar keserjanaan yang kita
sandang  baik itu ilmu dibidang kedokteran, ekonomi, politik, agama
dan lain sebagainya, kesemuanya itu sangat teramat penting untuk kita
miliki namun janganlah sampai terpedaya akan kesenangan dunia akan
ilmu yang telah kita sandang tersebut, hingga melupakan akan ilmu yang
sangat teramat penting bagi diri kita masing-masing yang wajib
kita tuntut atau kita miliki yaitu ilmu untuk dapat kembali menghadap
Allah pada hari yang teramat menentukan: yaitu hari di saat diri kita
menghadapi sakratul maut, karena tiada satu manusiapun yang hidup di
dunia ini yang dapat luput dari peristiwa kematian.

 
Allah SWT telah berfirman yang artinya:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan
dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain  hanyalah kesenangan
yang memperdayakan. (Q.S. Ali- Imraan (3) ayat 185)


Ketika lisan sudah keluh, pendengaran dan penglihatan sudah tertutup,
diri tak lagi berdaya, karena segala sakit menjadi satu terasa,
harta tiada lagi berguna dan segala gelar ilmu telah menjadi sampah,
apa yang dapat dihandalkan disaat sakratul maut datang kepada diri
kita…? Marilah sejenak kita simak pantun dibawah ini…!

POHON JELATANG DITEPI LAUT
GUGUR BUNGANYA DIMAKAN IKAN
BILA DATANG SAKRATUL MAUT
ILMU APA TUAN GUNAKAN…?

BUKAN KIKIR SEMBARANG KIKIR
TAPI KIKIR DARI BESI
BUKAN DZIKIR SEMBARANG DZIKIR
TAPI DZIKIR DIDALAM HATI.


Firman Allah SWT yang artinya:
Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya.
Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.
(Q.S. Al-Mumtahana (50) ayat 19).

Dan Firman Allah SWT  yang artinya:
Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa
mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?

(Q.S. Muhammad (47) ayat 27)

Dan Firman Allah SWT lagi yang artinya:
Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang membuat kedustaan
terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya",
padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang
berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah".
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat
memukul dengan tangannya, (sambil berkata):
"Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang
sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah
(perkataan) yang tidak benar dan (karena)
kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

(Q.S. Al-An’am (6)ayat 93).

SAKRATUL MAUT adalah peristiwa yang teramat dahsyat yaitu peristiwa
yang paling menakutkan dan menentukan apakah seseorang itu nantinya
akan disambut masuk kedalam surga (Husnul khotimah) atau digiring dan
dicampakkan kedalam neraka (Su’ul khotimah), karena bila kita tidak
memiliki ilmu ketika menghadapi sakratul  maut maka akan dipastikan
dirikita mengalami kesusahan dan penderitaan serta penuh dengan
penyesalan yang tiada berguna, namun terkadang kita sepele dan bahkan
sampai tidak mau memikirkan ataupun merenunginya, hal ini sangat
terbukti sekali dengan keengganan diri kita untuk menuntut ilmu yang
sangat teramat penting itu pada diri kita saat menghadapi sakratul
maut, diri kita selalu disibukkan dengan urusan-urusan dunia dan
berbagai ilmu-ilmu lainnya yang dapat memudahkan kita didalam
kehidupan didunia fana ini, atau mungkin kita tidak tahu ilmu apa itu…?!

ilmu itu adalah ilmu TASAWUF yaitu Ilmu untuk membersihkan atau
membeningkan atau mensucikan hati dengan methode dzikrullah
(mengingat Allah didalam Hati kita) yang wajib (fardhu ‘ain) kita
tuntut bagi setiap muslim dan muslimah yang telah baligh dan berakal,
bila tidak menuntutnya maka seorang itu tetap dalam keadaan berdosa
sepanjang hidupnya karena hukum wajib bila ditinggalkan berdosa.

Adapun Ilmu yang wajib dituntut didalam Islam itu ada 3 yaitu:

1. Ilmu Usuluddin
2. Ilmu Fiqih
3. Ilmu Tasawuf

Bila salah satu dari ilmu tersebut tidak kita tuntut maka pincanglah
diri kita dalam beragama dan tetap dalam keadaan berdosa,  untuk itu
segerakanlah untuk menyingsingkan lengan baju dan bangkit untuk
menuntut ilmu Tasawuf melalui jalan (Thariqat) dimanapun berada
sekalipun dinegeri cina wajiblah kita menuntutnya, namun bila
pengajian THARIQAT itu ada di sekitar kita berarti Allah telah
memudahkan kita tidak perlu jauh-jauh menuntut ilmu Tasawuf di
Thariqat itu, amalkanlah metodenya yaitu dzikrullah dengan sungguh-
sungguh dan patuhlah akan petunjuk-petunjuk guru atau mursyidnya yang
membimbing, mengarahkan, melatih dan menunjukki hati kita untuk
berjalan kepada keridhoan Allah, janganlah menunggu waktu lagi atau
jangan menunda-nunda waktu lagi karena kita tidak tahu kapan sakratul
maut itu datang kepada diri kita, bergegaslah lari sekencang-
kencangnya sebelum terlambat, karena penyesalan itu tiada berguna.

Lagi Firman Allah SWT yang artinya:
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika
itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi
kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya)jika kamu adalah
orang-orang yang benar?,

(Q.S. Al-waaqi’ah (56) ayat 83-87).

Bila kita telah menuntut ilmu Tasawuf melalui jalan Thariqat kepada
ahlinya, dengan menerapkan metodenya yang pas, benar, tepat dan
terarah secara bersungguh-sungguh untuk membersihkan hati kita dengan
dzikrullah maka pastilah kata Allah, hati kita dapat kembali bersih
dan suci dari segala yang mencemarinya karena hati kita terus setiap
saat berdzikir menyebut nama-Nya atau mengingat Allah, jika hati itu
hanya diisi dengan asma Allah saja maka bersih dan sucilah hati itu
karena Allah yang Maha Suci itu telah kita tauhidkan dihati jelasnya
hanya ALLAH lah yang dapat membersihkan hati kita, hati / Ruh itulah
yang dapat mengenal dan menyaksikan (melihat) Allah dan hati itu
sesungguhnya hanya tempat mengingat dan mencintai Allah saja,
sehingga itulah yang disebutkan di dalam Q.S. Al-waaqi’ah (56)
ayat 83-87, yaitu telah menempatkan hati/nyawa/Ruh itu pada tempatnya
disisi Allah dan dapat kembali melihat Allah dengan mata hatinya,
itulah yang disebut bahwa hati kita telah bersahadat yang sesungguhnya,
yakinlah kepada Allah karena Allah tidak pernah ingkar akan janjinya.

Seperti Allah SWT telah berfirman yang artinya:
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh
menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya,

(Q.S.Al-Insiqaaq (84) ayat 6).

Di dunia ini saja hati kita dapat kembali menyaksikan Allah
yang apabila hal itu sudah kita rasakan tentunya ketika sakratul maut
disaat lidah keluh, penglihatan dan pendengaran ditutup dan diri tidak
berdaya lagi maka HATILAH yang berperan didalam menjalani peristiwa
sakratul maut itu, itulah ilmu yang dapat kita gunakan ketika
menghadapi sakratul maut yaitu ilmu TASAWUF atau hati yang bersih dan
suci istiqomah selalu berdzikir mentauhidkan Allah dengan penuh
kerinduan dan kecintaannya kepada Allah sebagai kekasih hatinya,
maka hati/Ruh itu akan pulang sendiri menghadap Allah tanpa harus
dijemput, itulah hati/Ruh itu yang tau jalan pulang kepada Allah
(tidak tersesat) maka hati/ruh itu akan kembali kepada Allah dengan
HUSNUL KHOTIMAH.

Seperti Firman Allah SWT yang artinya:
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

(Q.S.Asy-Syu’araa (26) ayat 88-89).

Mohon maaf kepada saudara-saudaraku yang sangat kusayangi, kukasihi,
dan kucintai, janganlah terlena dan terpedaya oleh kehidupan dunia
yang sementara ini, karena kehidupan yang kekal pasti akan kita jalani,
janganlah menunggu Allah akan menurunkan Hidayah dan  Rahmadnya  tanpa
mau kita menjemput hidayah itu dengan merubah diri kita terlebih
dahulu, karena tidak berubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau
merubahnya.


Motto
Babur Ridho Rahmatullah
Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi

“KITA MAU PASTI BISA...!”


 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru