Pertemuan Dengan Prof. Dr. sahrin Harahap. MA

 

PERTEMUAN DAN MAKAN SIANG BERSAMA DENGAN PROF. DR. SYAHRIN HARAHAP, MA  GURU BESAR UNIVERSITAS NEGERI (UIN) MEDAN

 

Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin. H Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan  ketika berdiskusi
 dengan Prof. DR. Syahrin Harahap, MA dan di dampingi oleh Dr. H. Syekh. Ahmad Sabban Rajagukguk, MA

 

Keinginan seorang Guru Besar Universitas Islam Negeri(UIN) Medan yang juga merupakan sosok tokoh Nasional dari Sumatera utara, Prof. DR. Syahrin Harahap, MA untuk bertemu Pimpinan Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi, Mursyid/Guru Besar/Mujaddid Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan atas kehendak dan izin Allah SWT akhirnya dapat dipertemukan juga.

 

DR. H. Syekh. Ahmad Sabban Ar Rahmani Raja Gukguk, MA (pimpinan Thariqat Jabal Qubais Serambi Babussalam Simalungun) yang sebelumnya telah bertemu dan telah menjalin hubungan baik dengan Prof. DR. Syahrin Harahap, MA menjelaskan bahwa: "Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan tidaklah seperti yang kita dengar miring selama ini, ternyata Beliau sosok yang memiliki akhlak yang sangat baik dan santun". Seperti itulah yang dikatakan Syekh. Ahmad Sabban kepada kami ketika bertemu, dan atas dasar itulah yang membuat Prof. DR. Syahrin Harahap sangat ingin bertemu dengan Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan.

 

Perlu diketahui bersama, bahwa Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi (yang berdiri pada tahun 1925 hingga sampai sekarang di pimpin oleh Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan merupakan silsilah ke-39 tersambung sanadnya dengan baik sampai kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW) sebelumnya telah menjalin hubungan silahturahmi yang cukup baik dengan DR. H. Syekh. Ahmad Sabban Raja Guguk.MA , Drs. Elfi Brata Madya, Msi dan Kandidat Doktor H. Sokkon Saragih, MA sejak tahun 2010. Dimana DR.H. Syekh. Ahmad Sabban, MA yang mengawali hubungan silahturahmi dengan menghadiri undangan peringatan HAUL Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi ke-90 dan HAUL masa Kepemimpinan Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan ke-18 pada tanggal 09 April 2015 disambut baik oleh Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan yang kemudian melakukan kunjungan balik silahturahmi di tempat pengajian Jabal Qubais pimpinan DR. H. Syekh. Ahmad Sabban, MA di jalan Sulu-Medan serta menghadiri peringatan HAUL ke-6 kepemimpinan Prof. DR. H. Syekh. Ahmad Sabban di kampung Jawa Tongah-Kabupaten Simalungun yang dihadiri lebih kurang 150 orang anggota Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi.

 

Di siang itu, Kamis, 17 Maret 2016 Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan beserta beberapa orang Khalifah dan pengurus Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi (PTBRR) berangkat menuju restoran sea food lembur kuring di jalan Teuku Amir Hamzah-Medan, yang kedatangan rombongan Tuan Guru sudah di tunggu oleh DR. H. Syekh. Ahmad Sabban Ar Rahmani Raja Gukguk, MA ,Bapak Drs. Efi Brata Madya, Msi (yang sangat terkenal sebagai pembawa acara di stasiun TVRI Medan) dan Bapak Kandidat Doktor H. Sokkon Saragih,MA yang kemudian di susul kedatangan Prof. DR. Syahrin Harahap, MA.

 

Makan siang bersama mengawali pertemuan tersebut, setelah itu dialogpun terjadi; salam kenalpun merupakan awal perbincangan yang dilanjutkan pertanyaan Prof. DR Syahrin Harahap, MA kepada Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan seputar rukun Islam, beliau mengatakan :”tolong saya minta jawaban dari Syekh, tidak usaha panjang-panjang menjawabnya syekh”, 

Pertanyaan Prof. DR. Syahrin Harahap, MA sebagai berikut:

1. Bagaimana Syahadattain yang Bapak yakini?

Jawab Tuan Guru: Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah 

 

2. Apakah Syekh mengerjakan shalat wajib 5 kali sehari semalam?

Jawab Tuan Guru: Saya kerjakan

 

3. Apakah Syekh melaksanakan puasa di bulan Ramadhan sebulan penuh?

Jawab Tuan Guru: Alhamdulillah (melaksanakan)

 

4. Apakah Syekh melaksanakan dzakat sesuai ?

Jawab Tuan Guru: Alhamdulillah (melaksanakan)

 

Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan pertanyaan yang mendasar bagi pemeluk agama Islam di seluruh dunia tanpa terkecuali, setelah 5 pertanyaan seputar rukun Islam, Prof. DR. Syahrin Harahap, MA mengatakan kepada Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan “kita adalah saudara dalam agama, Teruskan pengajian ini Syekh… karena pengajian ini saya nilai murni”.

Di dalam pertemuan itu juga, Prof. DR. Syahrin Harahap, MA juga sependapat dengan Pemahaman yang disampaikan oleh Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan bahwa: HATI YANG KERAS TIDAK MAU MENYEBUT (BERDZIKIR) KEPADA ALLAH, ITULAH KAFIR YANG SESUNGGUHNYA" dan Prof. DR. Syahrin Harahap, MA pun sependapat dengan Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan sembari mengatakan: "berarti kufur itu hati yang keras"

Adapun dalil kafir menurut padangan dan penafsiran Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nulan yaitu:

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." 

(Q.S Al Baqarah (2) Ayat 34)

 

shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.

(Q.S Al Anfaal (8) Ayat 35)

 

 

dan sesat yang amat nyata itu adalah orang yang keras hatinya karena tidak berdzikir kepada Allah:

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. 

(Q.S Az Zummar (39) Ayat 22)

 

Jadi tegas dikatakan Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan, kafir bukanlah jatuh kepada agama orang lain, karena di agama orang lain juga ada sebutan orang kafir. Dan kalau tidak luasnya pengetahuan dan mendalam memahaminya secara hakikat, maka kedamaian di  dunia ini tidak akan pernah tecapai.

jadi bukankah sudah cukup jelas BAHWASANNYA IBLIS ITU TERMASUK GOLONGAN-ORANG ORANG YANG KAFIR, DAN BILA IBLIS BERSEMAYAM DI DALAM DIRI SETIAP MANUSIA, MAKA MANUSIA ITULAH YANG DIKATAKAN SEBAGAI ORANG YANG KAFIR". Allah SWT telah berfirman yang artinya:

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (Q.S Mujaddilah (58) Ayat 19)

 

 JADI JANGAN PERNAH KITA MEMVONIS ORANG lain atau agama lain tidak diterima dan masuk neraka, karena kita sendiri belum pernah masuk neraka dan masuk surga. Tetapi neraka dan surga di dunia bagi orang yang tahu, pasti tahu cara menjalani dan memahaminya. bersyukurlah orang-orang yang telah tahu hatinya kepada Allah SWT. itulah AQIDAH YANG SESUNGGUHNYA. 

Jadi tidak ada satu manusia yang mengetahui bahwasannya akidah seseorang telah lari atau telah keluar menyimpang dari jalur Islam. Aqidah sama dengan Taqwa, jadi yang mengetahui ketaqwaan dan aqidah  yang sesungguhnya itu hanyalah Allah semata. karena Allah SWT telah berfirman:

maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Q.S An Najm (53) Ayat 32)

 

Kalaulah setiap pemeluk agama beraqidah secara benar, pas, tepat dan terarah dengan hanya satu Tuhan di hati masing-masing setiap pemeluk agama walaupun dengan tata cara pelaksanaan ritual peribadatannya dan ucapannya berbeda-beda, janganlah dipersoalkan secara mendasar, karena tidak akan pernah ada titik temunya, semua agama mempunyai keyakinan yang besar dan kuat dan yang paling benar, tetapi tidaklah mengatakan atau memvonis agama orang lain tidak diterima Tuhan, karena Tuhan-lah mutlak yang menempatkan kemana akan diletakkannya setiap manusia ciptaan-Nya. Kalau sudah demikian, maka DAMAILAH SELURUH DUNIA INI DAN KHUSUSNYA DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG KITA CINTAI INI.

 

Di akhir pertemuan setelah berbincang panjang lebar tetang perkembangan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi, ada beberapa point penting dalam pertemuan ini, yaitu:  Prof. DR Syahrin Harahap, MA memberikan ungkapan dan pernyataan yang membuat Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan terus menangis mendengar ungkapan dan pernyataan tersebut, ungkapan itu antara lain:

1. Bahwa Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi adalah murni pengajian yang tidak mengganggu orang lain dan tidak terlibat dengan kegiatan politik.

2. Bahwa ini adalah aset Islam..... yang kita tidak tahu, jangan-jangan inilah yang besar peranannya di dalam membangun Islam.

3. Bahwa sangat jarang dan sudah langka di saat sekarang ini orang seperti Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan, yang bersedia memasang badannya untuk menjadi Bamper atas ajaran yang dibawanya.

4. Bahwa Prof. DR. H. Syahrin harahap, MA tidak akan menggunakan pikirannya untuk menghambat tokoh-tokoh yang memang di jaga Allah. 

5. Dan yang paling aneh dan lucu satu bahasa yang dilontarkan Prof. DR. Syahrin Harahap, MA : “mau gelar apa lagi yang kita berikan kepada beliau…..?!”

6. “Siapapun yang di datangi malaikat Jibril, malaikat Mikail, malaikat Israfil dan malaikat lainnya...ya...biasa sajalah”, demikian ungkap Prof. DR. Syahrin Harahap, MA.

 

Untuk lebih jelasnya….Kita lihat video-nya ya……. https://youtu.be/83cAjDhEOso

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru