Obat galau

OBAT GALAU… MUDAH DAN MURAH…!!! dijamin...PASTI SEMBUH

Hidup terus berjalan, walaupun kita menatap kebelakang, namun waktu tak sudi
mundur, waktu terus berputar seiring berputarnya jarum jam begitu juga detak
jantung kita terus berdenyut, nafaspun terus berhembus mengiringi kehidupan
ini, suka ataupun duka, senang maupun susah, bahagia atau menderita juga
tak luput menghampiri kehidupan di dunia fana ini,  terkadang segala harapan
yang kita inginkan tidak semuanya menjadi kenyataan yang berbuah kekecewaan,
sesekali sesuatu yang kita impikan itu terwujud membuat kita bangga dan bahagia
namun berjalannya waktu dalam mengarungi lautan kehidupan ini terkadang ombak
dan badai menerpa diri kita yang membuat kebahagiaan itu hilang kembali, sehingga
kita mencari-cari dimana kebahagian yang hakiki itu…? dimana kebahagian sejati
itu…??, dimana kebahagian yang abadi itu…???. Kegalauan atau penderitaan serta
keluh kesah menjadi pendamping kehidupan manusia,
karena begitulah sesungguhnya
sifat manusia yang tidak mengenal penciptanya yaitu Tuhan Zat yang Maha Pengasih
dan Maha Penyayang itu.

Allah SWT berfirman yang artinya:
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir, Apabila ia
ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah
, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat
kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap
mengerjakan shalatnya,
(Q.S.Al-Ma’aaru (70) ayat 19-23).

Begitulah Allah yang Maha Adil itu, Allah SWT tidak hanya menciptakan manusia
dengan sifatnya yaitu keluh kesah lagi kikir namun Allah juga memberikan solusi
mengatasi sifat buruk itu sendiri yaitu dengan sholat, namun terkadang kita
telah mengerjakan segala perintah-perintah Allah dan meninggalkan segala larangan
-larangan Allah, sudah mendirikan sholat bahkan tak pernah tinggal kita lakukan
setiap saat, akan tetapi ketentraman, ketenangan ataupun kebahagian sejati itu
tidak juga kita temukan, sehingga terkadang hati ini sampai-sampai memprotes
terhadap Firman Allah tersebut, kenapa aku sudah melaksanakan sholat namun tak
jua kutemukan kedamaian, ketenangan, ketentraman dan kebahagian hati yang
hakiki itu…? Apakah sholatku belum pas dan benar, belum tepat dan terarah…?
Ataukah sholatku tidak diterima oleh Allah…? Sehingga kita selalu memanjatkan do’a,
Yaa Allah…berikanlah aku petunjukMU…agar aku dapat merasakan kebahagiaan Abadi
didunia dan diakhirat nanti…!

Pada kesempatan ini kami akan memberikan solusi yang sangat mudah dan Murah,
ringan dan praktis untuk dapat menjawab segala kegelisan hati kita agar nantinya
hati kita merasakan ketenangan dan kebahagian namun  harus dapat diterapkan
secara sungguh-sungguh dengan penuh keyakinan kepada Allah, yang sesungguhnya
Allahlah yang memberikan ketenangan dan kebahagian tersebut, marilah kita simak
dan pahami firman Allah di bawah ini:


Firman Allah SWT yang artinya:
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku,
maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

(Q.S.Thaahaa (20 Ayat 14).

Dan Firman Allah SWT yang artinya:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi
tenteram.
(Q.S. Ar-Ra’d (13) ayat 28).

Firman Allah SWT yang artinya:
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,
dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu
termasuk orang-orang yang lalai.
(Q.S. Al-A’raaf (7) ayat 205).

Sangat jelas Allah mengatakan bahwa sholat yang sesungguhnya yang dimaksudkan
Allah adalah HATI YANG BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH. Karena adakalanya seseorang
yang sedang mengerjakan sholat menghadap kiblat dengan menyempurnakan rukun dan
syaratnya namun pikiran dan hatinya ada mengingat yang lain selain Allah, ada
yang mengingat anak, ada yang mengingat suami atau isteri, ada yang mengingat
pacar atau kekasih, adakalanya mengingat uang dan harta, ada pula yang mengingat
pekerjaan ataupun bisnis dan tak sedikit yang mengingat segala masalah-masalah
yang dihadapinya didalam sholatnya.

Firman Allah SWT yang artinya:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya,

(Q.S. Al-Mukminuun (23) ayat 1-2).

Firman Allah SWT yang artinya:
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati
mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka),
dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan
Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati
mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang
fasik
.(Q.S. Al-Hadiid (57) ayat 16).

Dan Firman Allah SWT yang artinya:
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

(Q.S. Al-Ma’un (107) ayat 4-5).

Allah menegaskan di dalam (Q.S. Al-Mukminuun (23) ayat 1-2), BERUNTUNGLAH 
orang-orang yang beriman yang khusyuk didalam sholatnya, sehingga Allah
menantikan dan menyeru kepada orang-orang yang beriman kapan lagi waktunya
untuk KHUSYUK HATINYA MENGINGAT ALLAH, (Q.S. Al-Hadiid (57) ayat 16). Karena
bila sholat kita tidak bisa khusyuk maka jelasnya Allah tidak menyukainya maka
RUGILAH orang-orang yang beriman yang tidak khusuk dalam sholatnya, maka menjadi
susahlah hatinya, galaulah hatinya karena hatinya tidak mengingat Allah atau
lalai tidak mengingat Allah, sampai-sampai Allah mengancam kepada orang-orang
yang hatinya lalai dari mengingat Allah ketika sholat dengan ancaman neraka dan
kecelakaanlah baginya,(Q.S. Al-Ma’un (107) ayat 4-5), JELASLAH ALLAH AMAT BENCI
KEPADA ORANG-ORANG YANG BERIMAN dan ALLAH AMAT MEMBENCI
ORANG-ORANG YANG SHOLAT
karena hatinya tidak khusuk mengingat Allah alias hatinya lalai dari mengingat
Allah.

Dapatlah sudah kita ketahui penyebab kesusahan hati itu, penyebab kekeluh-kesaan
hati itu, atau penyebab kegalauan hati itu yaitu disebabkan HATI KITA TIDAK
BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH, 
untuk itu marilah segera kita tuntut ilmunya yang
dapat memperbaiki hati kita agar dapat kembali mengenal atau berdzikir mengingat
Allah di Thariqat mana saja yang saudaraku yakni yang tentunya di thariqat itu
memiliki methode yang pas, benar,  tepat dan terarah kepada hati yang selalu
setiap saat berdzikir mengingat Allah dengan mengamalkannya secara sungguh-
sungguh atas petunjuk guru atau Mursyid yang ahli di dalam perjalanan hati
menuju keridhoan kepada Allah, agar hati kita dapat kembali berdzikir mengingat
Allah dalam keadaan dan situasi apapun, kapanpun dan dimanapun baik dalam
beramal ibadah maupun didalam melakukan aktifitas sehari-hari, maka tentramlah
hati kita karena telah berdzikir mengingat Allah.

Allah SWT di dalam firman-Nya memberikan jawaban atas segala kegalauan kita :
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
(Q.S Ar Rad (13) ayat 28)

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan
mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).
Dan kepunyaan Allah-lah tentara
langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

(Q.S Al Fath (48) ayat 4)


Mencintai Allah dengan hati yang selalu berdzikir mengingat ataupun menghadirkan
Allah didalam kehidupan akan menghantarkan kita menemukan kebahagian yang abadi
bersama Allah karena sesungguhnya Allahlah yang  ABADI itu, hanya Allahlah yang
pantas kita cintai di hati kita karena Allahlah sesungguhnya cinta sejati kita
yang pernah hilang dari hati kita dan kini bisa kita temukan kembali di lubuk
hati kita yang terdalam itulah yang di kiaskan dengan MUTIARA YANG HILANG DULU
JUMPA LAGI. Sehingga bahagialah hati kita bersama Allah, tenanglah hati kita
bersama-NYA, tentaramlah hati kita bersama sang kekasih hati yaitu
ALLAH azza wajallah.


Demikianlah obat galau yang kami tawarkan atau kami sampaikan,  makanlah obat
itu lima kali sehari dengan menegakkan sholat fardhu, suplemenya adalah amalan-
amalan sunah yaitu dzikir ismuzat (hanya menyebut nama Allah di hati kita)
itulah obat dari segala obat kegalauan hati ini, karena Hanya Allahlah
sesungguhnya Obat penawar itu (huwa syifaa'un)

Wassalam







 


 







 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru