Memaknai lagu kebangsaan

                                      Memaknai lagu kebangsaan "INDONESIA RAYA"

 

Saran dan masukkan dari kami rakyat jelata yang tidak punya apa-apa
Kepada
Bapak Presiden Republik Indonesia
Ir. H. Joko Widodo

 


Lagu “ INDONESIA RAYA”
sebagai lagu kebangsaan RI tercipta pada tanggal 28 oktober 1928 oleh: W.R Supratman, dan berkumandang pertama kali pada
Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, seluruh anak-anak Bangsa pada saat itu haru-biru dengan
tangis kebahagiaan yang tiada taranya menyambut kemerdekaan, semuanya berkat Rahmat Allah Yang Maha Dari Segala Maha itu.
Ingat...!!! jangan lupakan itu.
Jayalah indonesia untuk selama-lamanya.
Marilah kita nyanyikan lagu ini bersama-sama dengan penuh hikmat dan rasa Nasionalisme kebangsaan Indonesia



Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya



Mari kita sama-sama untuk seluruh anak-anak Bangsa Negeri ini, para petinggi-petinggi Negeri Ini dan seluruh Warga Negara
Indonesia yang kita cintai, coba perhatikan pada alenia ketiga lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang baru kita nyanyikan
tadi,  terlihat kalimat bertuliskan “Bangunlah Jiwanya, bangunlah Badannya”. Jadi jelas kita harus membangun jiwa kita itu
terlebih dahulu, membangunkan sesuatu yang selama kebanyakan diri kita tertidur lelap oleh belaian-belaian dan buaian hawa
nafsu dan gemerlap duniawi, Mohon maaf yang sebesar-besarnya.... Jika sudah terbangun jiwa yang kembali mengenal kepada
Tuhannya, pasti tubuh secara otomatis akan bangkit dengan sendirinya, semangat hidup yang gigih, prestasi apapun akan mudah
kita raih. Setelah kita dapat membangun jiwa anak-anak Bangsa ini termasuk jiwa kita terlebih dahulu secara benar, pas,
tepat dan terarah dengan ilmunya yaitu dengan mengembalikan kebersihan dan kesucian hati/jiwa kita masing-masing. seperti
firman Allah SWT: "sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,"  (Q.S Asy Syams (91) Ayat 9)

Dengan menanamkan nilai-nilai ketauhidan melalui methode pengamalan dzikrullah dengan ilmu tasawuf dan thariqat sebagai
jalan beramal ibadahnya,  barulah kita dapat membangun fisik anak-anak bangsa termasuk diri kita sendiri dari segi infrasturktur.
Bagaimana anak-anak bangsa ini dapat dikatakan baik, bagus dan berkwalitas  ketika hati/jiwa anak-anak bangsa
tidak sehat. Pengertian tidak sehat di sini adalah jiwa yang sakit yaitu jiwa yang buta tidak mengenal dan tidak
menyaksikan akan Tuhannya dengan pandangan mata hati (ihsan) ,

Karena Allah Sudah berfirman  Allah SWT:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian
terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami),
kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami
(bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
(Q.S Al Araaf (7) Ayat 172)


Juga Allah SWT berfirman:
Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu,
sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu).
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.(Q.S An Nahl (16) Ayat 91)

 
Dan juga firman Allah SWT:
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau
mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta,
ialah hati yang di dalam dada.(Q.S Al Hajj (22) Ayat 46)


Jelas, terang dan tegas bukan....? akan firman Allah tersebut diatas. Mau apa lagi dalil (alasan) untuk tidak membangun jiwa
kita terlebih dahulu sesuai lagu Kebangsaan kita itu. Juga sebagaimana yang dikatakan Bapak Presiden Republik Indonesia
Ir. H. Joko Widodo tentang REVOLUSI KARAKTER MENTAL. Pada acara pelantikan Lulusan IPDN Angkatan XXII Di Sumedang–Jawa
Barat , Bapak Presiden mengatakan:


Bukankah ungkapan tersebut sesuai dengan  firman Allah SWT:
Maka apakah orang-orang yang dibukakan (dilapangkan) Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya
dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu
hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(Q.S Az Zummar (39) Ayat 22)


Jadi jelas, Bapak Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno (Presiden Pertama Indonesia) sendiri sudah berpandangan
seperti itu, kenapa tidak juga dilaksanakan oleh para pemimpin-peminpin Bangsa di saat sekarang ini. Apakah karena tidak
mengerti cara untuk membangun jiwa itu atau sangat kompleksitasnya permasalahan anak-anak bangsa ini dan sibuknya pekerjaan-
pekerjaan yang harus dilaksanakan sehingga Bapak terlupa untuk membangun sesuatu yang lebih utama dan penting di Negeri ini,
yaitu membangun jiwa anak-anak Bangsa untuk kembali bertauhid secara benar, pas, tepat dan terarah pada inti sasarannya
yaitu HATI. Sesuai dengan firman Allah SWT itu sendiri:

1.Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
2.Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
4.dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".  
(Q.S Al Ikhlas (112) Ayat 1-4)


Kami memahami akan begitu cukup banyaknya dan teramat sibuknya Bapak di dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai Presiden
Republik Indonesia.  Sehingga hal yang paling dan sangat utama dan mendasar ini yaitu “membangun jiwa-jiwa anak Bangsa”
yang merupakan modal dasar utama untuk sebuah kemajuan bangsa ini. Mengapa tidak ditanggapi secara serius dengan
menyerahkannya kepada para ulama-ulama yang cukup tersohor dan terkenal di negeri ini dengan berbagai methode-methode yang
mereka berikan atau sajikan yang banyak kita lihat selama ini di layar kaca (televisi), apalagi Bapak sudah menggaungkan
kalimat “Revolusi Karakter mental” setelah lebih kurang satu tahun Bapak menjabat sebagai Presiden RI, namun tidak ada
wujud nyata atas semua ungkapan Bapak tersebut setelah lebih kurang dua tahun Bapak menjabat. Bahkan ironisnya setiap saat
dan waktu kemerosotan akhlak dan moral anak-anak Bangsa sudah semakin meningkat seperti yang terlihat baik di media cetak
maupun media televisi. Mengapa demikian...? Terkadang kami sangat menyayangkan akan tugas-tugas para menteri-menteri
sebagai pembantu tugas-tugas Bapak. Mohon maaf lahir bathin kami yang sebesar-besarnya pak..e...kami sih wong cilik...
rakyat jelata...seng gak duwe opo-opo.... Mengapa methode untuk membangun anak-anak Bangsa ini yang pernah kami kirimkan
dari pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat naqsyabandi Jabal Hindi, kepada Presiden Republik Indonesia
ke-6 Bapak DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 24 Mei 2013 dengan nomor surat: 41/MBPRI/DPP-PTBRR/V/ 2013 hanya
sebatas tindakan memberikan tembusan surat yang diterbitkan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan
ditujukan kepada Direktur Jenderal Bimbingan masyarakat Islam Kementerian Agama pada tanggal 30 Mei 2013 prihal:
Penyampaian masukan kepada Presiden, yang inti tembusan surat itu bahwa; “surat yang kami kirimkan dapat dijadikan sebagai
bahan informasi dan kajian lebih lanjut” namun hingga sampai saat sekarang ini tidak ada tindak lanjutnya. Begitu juga
di masa kepemimpinan Bapak Ir. H. Joko Widodo menjabat Presiden RI ke-7, kami juga telah mengirimkan surat kepada Bapak
pada 15 Juli 2015,  Nomor:039/RKM/DPP-PTBRR/B/VII/2015 Hal : Revolusi Karakter Mental Anak-Anak Bangsa Melalui Hakikat
Islam Yang Sebenarnya Sesuai Pidato Presiden RI Pada Pelantikan Lulusan IPDN Angkatan XXII Di Sumedang – Jawa Barat,
hingga sampai saat sekarang ini belum terlihat wujud nyatanya.

Ingatlah akan firman Allah SWT:
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa
kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S Ash Shaff (61) Ayat 2-3)


Demikian pula terdapat dalam hadits. Dari Usamah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan didatangkan seorang pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka. Di dalam neraka orang tersebut berputar-putar
sebagaimana keledai berputar mengelilingi mesin penumbuk gandum. Banyak penduduk neraka yang mengelilingi orang tersebut
lalu berkata, ‘Wahai Fulan, bukankah engkau dahulu sering memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?’ Orang tersebut
menjawab, ‘Sungguh dulu aku sering memerintahkan kebaikan namun aku tidak melaksanakannya. Sebaliknya aku juga melarang
kemungkaran tapi aku menerjangnya.'” (HR Bukhari dan Muslim)

   
Kami rasa, kami sebagai rakyat jelata yang tidak punya apa-apa ini...maafkanlah kami dengan sepenuh hati bila ada kata-kata
kami yang mungkin dapat menyenggol dengan senggolan-senggolan melalui friman Allah dan hadits Rasululallah SAW ini.
Bila kami salah....dalam mengungkapkan sebagai perasaan isi hati kami, karena semua paparan tulisan ini berlandaskan
Al Qur’an dan Al hadits. Semoga Allah dapat memaafkan kesalahan kami, terlebih-lebih kami sekali lagi memohon maaf yang
sebesar-besarnya sebgai rakyat jelata yang Bapak Pimpin. Demikian suara hati ini keluar apa adanya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)



Hormat Saya,
MURSYID/GURU BESAR/MUJADDID
SYEKH. MUHAMMAD HIRFI NUZLAN
BIN H. MUHAMMAD THAHIR BIN MUHAMMAD ISA BIN MALAN
SEBAGAI PIMPINAN
PENGAJIAN TASAWUF BABUR RIDHO RAHMATULLAH
AHLI THARIQAT NAQSYABANDI JABAL HINDI

















 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru