KREATIFITAS YANG INDAH

MENCIPTAKAN KREATIFITAS YANG INDAH

Seiring dengan perkembangan zaman seiring itu pula ilmu pengetahuan
berkembang. Namun ilmu pengetahuan tak mampu untuk membendung atau
menahan derasnya arus zaman yang terus berdampak kepada nilai-nilai
kebaikan dan keburukan terhadap penerimanya, tidak ada satupun manusia
yang mampu untuk membendung zaman, hanya bagaimana manusia berpikir
dan berupaya untuk mengarahkannya dengan menciptakan dan membangun
hal-hal yang positif terutama didalam diri kita masing-masing sebagai
bekal didalam menjalani kehidupan ini. Hari terus berganti, waktu terus
berjalan, jarum jam terus berdetak dan berputar yang memberi pesan kepada
manusia  agar tidak berdiam diri bila tidak ingin tertinggal dan tergilas
oleh zaman itu sendiri.

Melakukan sebuah kreatifitas yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan
kebersihan hati yang selalu berdzikir mengingat Allah akan menciptakan
kreatifitas yang indah, sebaliknya melakukan kreatifitas yang positif
dengan niat yang kurang baik dan niat yang tidak baik (lalai hatinya dari
mengingat Allah) akan membawa bencana terutama bagi diri sendiri,
seterusnya terhadap orang lain. Untuk itu sangat ditekankan agar setiap
individu melakukan perbaikan diri dari hari-kehari secara ber-
kesinambungan untuk membersihkan hatinya secara pas, tepat dan benar
juga terarah serta terbimbing oleh ahlinya akan membawa produktivitas
yang lebih sempurna.

 


Begitu juga didalam kehidupan sehari-hari dalam melaksanakan aktifitas
apa saja juga menuntut kesempurnaan yang didasari oleh ilmu pengetahuan
dan hati nurani yang bersih, seperti firman Allah dibawah ini:

Firman Allah Swt yang artinya:
“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut
dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga,
dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja.Padahal dia pada sisi Allah
adalah besar.”

(Q.S An-Nur (24) ayat 15)

Kitab suci Al-Qur’an mengajari kita tentang semua hal dalam kehidupan ini,
maksud ayat diatas menerangkan bahwa bila kita menerima sesuatu berita
ataupun informasi dari orang lain agar dicross chek terlebih dahulu atau
di komfrontir terlebih dahulu atau diteliti terlebih dahulu kebenarannya
sebelum disampaikan kepada orang lain agar tidak terjadi kesalah fahaman
dan fitnah yang dapat berakibat terhadap pemicu permusuhan diantara umat,
untuk itu perlulah pembekalan ilmu pengetahuan agar tidak terjerat kepada
kebodohan intlektual, dan pembekalan hati yang bersih dalam melaksanakan
segala aktivitas agar tidak terprosok kepada kebodohan spiritual.

Mengarahkan zaman kearah yang lebih positif menjadi tugas bersama
tentunya dengan memberikan bekal kepada umat yaitu sebuah methode yang
tepat, pas dan benar serta terarah kepada sentralnya didalam perbaikan
diri yaitu HATI, sebab hatilah yang paling menentukan baik buruknya
seseorang seperti sabda Rasulullah Saw:

“Bila segumpal daging yang ada didalam dada itu baik maka baiklah segala
amal perbuatanya tetapi bila yang segumpal daging itu buruk maka buruklah
semua amal perbuatannya segumpal daging itu adalah HATI"

 


Hati merupakan cahaya Tuhan yang sudah ada didalam dada setiap manusia
yang harus tetap dihidupkan dengan Dzikrullah, atau mengingat Allah
didalam hati sehingga Allah menjadi WASKAT (Pengawasan Melekat) didalam
membimbing hati manusia.

Seperti firman Allah yang artinya:
”Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.
perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus,
yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca
itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon
zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di
sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi,
walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),
Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki,
dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia,
dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

(Q.S An-Nur (24) ayat 35).

Abuhurairah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda:
Perbaharuilah iman kepercayaanmu,
ditanya: Bagaimana memperbaharui iman ya Rasulullah ?
jawab Nabi : Perbanyaklah membaca kalimah “ LA ILaA HA ILLALLAAH”.

(H.R Ahmad, Al-Hakim)


Untuk itu kepada Saudaraku yang seiman yang kukasihi, kusayangi, dan
yang kucintai marilah kita melakukan kreatifitas yang indah  yaitu
dengan mengadakan perbaikan diri dan hati kita masing-masing,
guna sebagai bekal untuk menghadapi dan menjawab segala tantangan
zaman serta sebagai peningkatan SDJM (Sumber Daya Jiwa Manusia) dengan
methode Thariqat (jalan) menuju Tasawuf  (hati yang bening dan bersih),
merupakan methode dzikrullah yang sudah terbukti dari zaman-kezaman
merupakan methode yang digunakan untuk mengadakan perubahan diri,
karena hanya dzikirlah alat pembersih hati dan dzikir pula sebagai
sarana untuk menenangkan hati, karena dengan hati yang tenang kita dapat
melakukan lebih banyak aktifitas dan kreatifitas.

Firman Allah yang artinya:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi tenteram.

(Q.S Ar-Rad (13) ayat 28).

SELAMAT BERJUANG…!!!
KITA MAU PASTI BISA…!



 


 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru