kau Selalu Dihatiku

KALAU BERJALAN-BERJALANLAH TUAN, JANGAN LIHAT KIRI DAN KANAN
APAPUN YANG DATANG KEPADA TUAN, TETAPKAN HATI KEPADA TUHAN

 

"KALAU BERJALAN BERJALANLAH TUAN"
Karena hidup ini berjalan sebagaimana mestinya, seperti roda berputar
mengikuti pergerakkannya, ketika datang akan sesuatu cobaan, ujian,
kesakitan, penderitaan, kesulitan bahkan goncangan dan bala yang menerpa
diri kita sehingga tidak mengenakkan bagi hati kita atau sebaliknya
jika datang sesuatu hal yang dapat menyenangkan, menggembirakan, memuaskan
dan membahagiakan hati kita tetapi itu sifatnya hanya semu/sementara belaka,
dan ketika datang  sesuatu hal yang kita sukai atau yang tidak kita  sukai, atau ketika
datang sesuatu hal yang membuat hati kita terasa lapang atau menjadi
sempit, bahkan ada yang membuat diri kita menjadi muak, atau bahkan sesuatu

hal yang membuat rasa hati kita menjadi marah atau gembira, serta yang
membuat rasa hati menjadi benci atau suka, atau sesuatu hal yang membuat
rasa hati kita menjadi iri dan dengki, atau jika ada kebakhilan dan
kesombongan serta keria-an, semuanya berjalan wajiblah bersama dengan
Sang Pencipta.

Kenapa berjalannya hidup ini wajib dengan Sang Pencipta…?
Karena DIA-lah yang menjadikan diri kita, dengan segala kelebihan dan
kekurangan serta kelemahannya masing-masing. Karena tiada manusia yang
sempurna di mata manusia lainnya dan itu pasti adanya serta tidak dapat
kita pungkiri, walau sehebat apapun kita, sekaya apapun kita, setinggi
apapun jabatan dan pangkat kita, setinggi apapun derajat atau status
sosial kita, semuanya pasti tetap akan mendapat ujian dan cobaan dari
Allah… ujian itu bisa datang dalam bentuk kesuliatan dan dalam bentuk
kesenangan.

HATI-HATI BERJALAN TUAN-TUAN, JIKA HATI TIDAK BERSAMA
DENGAN ALLAH PASTI KITA DI KATEGORIKAN MANUSIA YANG SOMBONG,  
BAIK DALAM KEADAAN MISKIN SEKALIPUN. KARENA KESOMBONGAN  
YANG SESUNGGUHNYA ITU ADALAH ORANG
YANG TIDAK BERDZIKIR HATINYA KEPADA ALLAH.

Nabi Saw menjawab :
“kesombongan adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang“
(H.R Muslim)

 

Jadi Pengertian SOMBONG menurut Tuan Guru Syekh. Muhammad
Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan
adalah:
Hati yang tidak mau menyebut nama Allah itulah sesungguhnya orang
yang menolak kebenaran dari Allah, karena Ruh itu hanya tahu menyebut
nama Allah sebab ruh itu adalah ciptaan Allah sehingga Ruh itu hanya
tahu kepada Allah saja, sedangkan yang punya badan menolak untuk
menyebut nama Allah di hatinya.Itulah hakikat kesombongan, disebabkan
hawa nafsu dunia syaitan telah menguasai hatinya, sehingga hatinya
tidak pernah berdzikir.

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat

Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya 
golongan syaitan itulah golongan yang merugi.
(Q.s Mujaddilah (58) ayat 19)

Kalaulah kata-kata pantun pada judul di atas kita simak dan kita hayati,
siapakah mereka sesungguhnya yang lebih dekat berada di kiri dan kanan
kita..?  mereka adalah keluarga kita sendiri yang selalu berada dekat
dengan kita bahkan yang selalu terlihat dihadapan kita.

INGAT AKAN FIRMAN ALLAH SWT:

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu.
Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak
itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan
melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.

(Q.s At Taubah (9) ayat 55)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan
anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu
terhadap mereka
; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta
mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
(Q.s At Thagabuun (64) ayat 14)

Kalaulah keluarga kita yang tidak dapat mengenakkan hati kita,
tidak sesuai dengan keinginan kita, tidak dapat membahagiakan kita,
tidak dapat menentramkan kita, tidak dapat seperti atau sesuai dengan
yang kita harapkan dan kita kehendaki, pastilah caci dan maki,
cerca dan celaan akan selalu mendampingi perjalan hidup kita,
sehingga hatipun menjadi gunda gulana dan GEGANA (Gelisa, Galau, Merana)
atau bahkan menjadi ANDILAU (Antara Dilema dan Galau), karena apa
yang kita inginkkan, apa yang kita mau tidak terpenuhi oleh hasrat
kehendak kita. Sehingga perjalan hidup kita selalu hidup  dalam kerugian, 
hidup terasa berat, hidup terasa susah dan galau, bahkan menimbulkan kebencian dan
kemarahan, itu semua disebabkan karena Allah tidak beserta di hati kita
(Allah tidak selalu beserta kita) sehingga kita lupa bahwa kita
sesungguhnya adalah ciptaan-Nya  karena kita telah melupakan janji kita
kepada Allah untuk selalu mengingat-Nya sebelum terlahir kedunia yang fana ini.
yang telah di firmankan Allah SWT :

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab:
"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang
demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya
kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan
Tuhan)", (Q.S Al A’raaf (7) ayat 172)

Maka dari itu… “Kalau berjalan berjalanlah Tuan, jangan lihat kiri dan
kanan, apapun yang datang kepada Tuan, tetapkan hati hanya kepada Tuhan”

maksudnya ialah di dalam kehidupan ini, janganlah kita melihat kiri
dan kanan ketika mengarungi kehidupan ini di dalam menuju kepada TUHAN,
dan bukan berarti ketika berjalan tidak melihat kiri dan kanan,
maksudnya adalah ketika berjalan menuju kepada Allah maka luruskanlah
pandangan hati kita hanya kepada Allah semata (mengistiqomahkan
hati hanya kepada Allah).

Dan ingatlah…. Ketika apapun yang datang kepada kita baik itu yang
menyengkan atau yang tidak mengenakkan diri dan hati kita,
tetapkanlah hati kita hanya kepada Tuhan dengan hati yang terberdzikir
kepada-Nya, atau tegasnya hati kita jangan pernah berpaling kepada yang
lain selain hanya kepada-Nya.

Seperti dalam firman Allah SWT:
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas)
fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak
ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Q.s Ar Ruum (30) ayat 30)

"Tetaplah pada fitrah allah " (Q.s Ar Rum (30) ayat 30)
artinya adalah  tetaplah kepada kesucian ruh itu  seperti semula sebelum ditiupkan
kedalam janin. Sebab  setelah terlahir kebumi dan  dewasa, ruh itu kita kotori sadar
atau tanpa kita sadari, sehingga kita wajib untuk mengembalikannya agar kembali
fitrah dengan jalan berjihad memerangi hawa nafsu dunia syaitan yang
meliputi akal dan nafsu kita yang cenderung kepada kehidupan dunia dengan
jalan berdzikir kepada Allah, agar kita tidak termasuk orang-orang yang
merugi karena telah mengotori hati  disebabkan tidak berdzikir kepada Allah.

Allah SWT telah berfirman:
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q.s Asy Syams (91) ayat 10)

dan firman Allah SWT lagi:
Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
(Q.s Al Ashr (103) ayat 1-2)

Kerugian yang dimaksudkan Allah dalam firman ini ialah:
Dimana masa shalat kita, masa berpuasa kita, masa berdzakat kita,
masa beramal ibadah apapun kita, jika hati tidak beserta dengan Allah
maka tergolonglah kita sebagai orang-orang yang merugi,
karena semua amal ibadah yang kita lakukan akan menjadi sia-sia di dalam
pandangan dan penilaian Allah, karena hatinya lalai tidak khusyuk
berdzikir kepada Allah. Seperti itulah pemahaman dan keyakinan orang-orang
Tasawuf memaknai firman Allah tersebut.

Dan Allah MENEGASKAN kembali dalam sebuah hadits Qudsi:
“Kelak pada hari KIAMAT akan didatangkan beberapa buku yang disegel lalu
DIHADAPKAN KEPADA ALLAH S.W.T (pada waktu itu). Allah berfirman :
“ BUANGLAH INI SEMUANYA”. Malaikat berkata :” demi kekuasaan Engkau, KAMI TIDAK
MELIHAT DIDALAMNYA melainkan yang baik-baik saja ”. Selanjutnya Allah berfirman:
” Sesungguhnya isinya ini dilakukan bukan karenaKu dan Aku sesungguhnya TIDAK
AKAN MENERIMA kecuali APA-APA YANG DILAKSANAKAN karena mencari KERIDHAANKU (IKHLAS)“

(H.q.r. Bazzar dan Thabarani, dengan dua sanad atau diantara pararawinya
termasuk perawi al jami’us shahih)

Setelah membaca ulasan diatas, sekarang  kita dapat memahami bahwa
kebanyakan kita sebagai manusia tidak mengetahui atau tidak mengenal
akan diri kita yang sesungguhnya bahwa kita adalah hanyalah ciptaan Tuhan
yang memilki kewajiban hanya untuk mengabdi kepada-Nya dengan selalu
mengingat-Nya (tunduk/khusyuknya hati) dalam setiap situasi dan kondisi
apapun, seperti firman-Nya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku
.
(Q.s Ad Dzariyat (51) ayat 56)

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan

rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang,
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Q.s Al A'raf (7) ayat 205)

Maka dari itu, tunaikanlah kewajiban kita kepada Allah dengan mengabdi
kepada-Nya dan penuhilah janji kita kepada-Nya (ketika di alam Ruh)
dengan hati yang terus berdzikir kepada-Nya secara terus menerus (dawam)
dalam setiap tarikan helaan nafas kita selama kita hidup di dunia ini.

Kalau janji itu tidak kita tepati, maka semua amal kita akan ditolak
Allah, dan hati kita selalu merasa tidak tenang dan tidak tentram karena
Allah akan terus menagih janji kita kepada-Nya.

Dan solisi yang pasti untuk dapat mentauhidkan Allah atau mengembalikan
kefitrahan Ruh Allah itu, atau memenuhi janji kita kepada Allah
adalah  dengan sebuah methode yang benar, pas, tepat dan terarah
pada inti sasarannya yaitu HATI dengan menuntut ilmu Tasawuf melalui
methode dzikir di dalam thariqat, yang amalan dzikirnya hanya Allah saja
yang mau dilatih latih (dilazim-lazimkan) atau di istiqomah kan di dalam
hati ini.

Seperti dikiaskan dalam sebuah tembang berjudul "KAU SELALU DIHATIKU".
Jika Allah selalu beserta di dalam hati kita, pasti Ketentraman dan
Ketenangan akan kita raih, karena hanya Allah-lah penawar lara di dalam
hati kita di dalam menghadapi segala persoalan hidup ini
(Q.s Ar Rad (13) ayat 28   & Q.s Al Fath (48) ayat 4).

berikut liri lagunya:
 

Kau selalu di hatiku
Terpaut di dalam sukma
Tiada ku bimbang tiada kuragu
Akan setia janjimu

Bersemi di dalam kalbu
Penawar hati nan lara
Padamu bintang padamu bulan
Saksi yang abadi

Sambutlah tanganku ini
Belailah dengan mesra
Kasihmu hanya untukku
Hingga akhir nanti
Kau selalu di hatiku

Bersemi di dalam kalbu
Dari semula hingga akhirnya
Kasih ku serahkan

KETAHUILAH.....
Cukuplah hanya Allah saja di hati kita, dan hanya Allah saja tempat kita
bergantung dan tempat kita berlindung serta meminta pertolongan.

Allah SWT telah berfirman:
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
(Q.s Ali Imraan (3) ayat 173)

 

dan firman Allah SWT yang artinya:
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".  
(Q.s Al Ikhlas (112) ayat 1-4)

Dimana  methode dzikir ini telah teruji kebenarannya oleh para pengamal
thariqat terdahulu hingga sampai sekarang yang merasakan bahwa sangat
dirasakannya Allah lebih dekat dari urat leher para pengamal thariqat itu.
Maha Benarlah Allah yang dapat mensucikan setiap hati orang-orang yang
bersungguh-sungguh dalam berdzikir menuju kepada Allah melalui sebuah
kebersihan dan kesucian hati.

Allah SWT telah berfirman:

Beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya
(Q.s Asy Syams (91) ayat 9) 

Tiada yang mustahil bagi Allah, jika kita ingin bersungguh-sungguh
untuk menuju kepada-Nya, dan pasti kita akan dapat bertemu dengan-Nya
dan dapat melihat Allah dengan amat nyata dengan pandangan mata hati.

Allah SWT berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh
menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.
(Q.s Al insyiiqaaq (84) ayat 6)

Kalau kita bersungguh-sungguh beramal ibadah untuk mencari keRidhoan-Nya,
pasti Allah akan membuka hati kita untuk mencapai keRidho'an-Nya
(khusyuknya hati hanya kepada Allah).

Allah SWT telah beriman:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya,
Q.s Al Al Mu'minuun (23) ayat 1-2)

SELAMAT BERJUANG...
JANGAN LAGI BERPIKIR PAKAI AKAL, KARENA ITU HANYALAH PERMAINAN TUHAN
DUN DUNIA INI UNTUK MENGUJI ORANG-ORANG YANG MAU MENUJU KEPADANYA
(KERIDHO'AN ALLAH).

Dari itu, Tuntutlah ilmu tasawuf melalui thariqat mana saja yang
saudaraku sukai dengan ijab qabulya:
"Ilahi Anta Maqsudhi Waridhoka Mathlubi"
artinya:
"Ya Allah, hanya Engkau yang Aku Maksud tiada yang lain,
dan Ridho-Mu jua dambuku tiada yang lain".


PERINGATAN !!!
JANGAN MENGAHARAPKAN PAHALA BERLIPAT-LIPAT GANDA, FADILAH-FADILAH SERTA
MANFAAT AMALAN YANG KITA KERJAKAN, TANPA HATI MENYAKSIKAN ALLAH,
YANG JATUH PADA RUKUN  ISLAM PERTAMA, YAITU BERSYAHADAT :
"ASYHADU ANLA ILAHA ILALLAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMAD DARASULULLAH"

KARENA SEMUANYA AKAN MENJADI SIA-SIA DAN TIDAK BERGUNA DI HADAPAN ALLAH.


Sekian yang dapat disampaikan:
DARI TUAN GURU SYEKH. MUHAMMAD HIRFI NUZLAN
BIN. H. MUHAMMAD THAHIR BIN MUHAMMAD ISA BIN MALAN
sebagai Pimpinan
PENGAJIAN TASAWUF BABUR RIDHO RAHMATULLAH
AHLI THARIQAT NAQSYABANDI JABAL HINDI.
 
mOHON mAAF lAHIR DAN BATHIN

 

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru