Islam bukanlah agama teroris

AGAMA ISLAM BUKANLAH AGAMA TERORIS
DAN TERORIS TIDAK DAPAT  KITA TERIMA  DISELURUH DUNIA


Agama Islam adalah agama rahmatan lil alamin atau agama perdamaian dunia yang berdasarkan Al Qur’an
dan Al Hadits, karena hati setiap pemeluk agama Islam terlebih dahulu sudah berdamai dengan Allah,
artinya setiap hati pemeluk agama Islam sudah benar-benar bertauhid selalu berdzikir menyebut nama
Tuhannya, karena tiada Tuhan selain Allah di hatinya.

Allah berfirman yang artinya:
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,dan dengan tidak
mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

(Q.S Al A’raaf (7) ayat 205)

Jadi, Manalah mungkin ada permusuhan di hati umat Islam, kalaupun ada satu dua yang nyeleneh atau
beberapa orang, sekelompok orang yang menyimpang dari jalan Allah dan Sabda nabi itu, mohon jangan
diasumsikan atau di vonis bahwasannya agama Islam itu AGAMA TERORIS (JAHAT)....
. kami juga merasa
sedih dan miris hati kami melihat saudara-saudara kami yang nyeleneh dan menyimpang dari jalan Allah
itu...kenapa mereka bisa dikuasai oleh Syaitan-syaitan yang amat nyata itu...marilah kit berpikir luas
dan berjiwa besar atau berlapang dada untuk tidak menyimpulkan “gara-gara nila setitik, rusaklah nama
agama islam itu dimata bangsa-bangsa yang ada di seluruh dunia ini, maupun keyakinan agama saudara-
saudaraku selain agama Islam”

Marilah kita do’akan mereka agar kembali lagi kejalan yang terang dan benar menuju kepada keridho’an
Allah, karena Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW tidak pernah mendidik, mengarahkan, menunjuki dan
membimbing pengikutnya untuk bertindak arogan dan brutal,
beliaulah Habibullah (kekasih Allah) itu,
beliaulah suri tauladan umat Islam hingga sampai hari kiamat.

Allah SWT telah berfirman:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

(Q.S Al Ahzab (33) ayat 21)

Bagi memeluk agama Islam, jika ada orang atau sekelompok orang yang mengaku sebagai pemeluk agama
Islam yang terlihat alim, taat, wara, zuhud dan saleh tetapi tindakanya tidak sesuai atau tidak
mencerminkan sebagai Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam yang damai, maka kami sebagai pemeluk
agama islam khususnya di Indonesia dan umumnya di dunia tidak mengakuinya sebagai umat Islam yang
sesuai dengan tuntunan firman Allah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah SAW (hadits).

 

APA ITU TERORIS ATAU TERORISME....?

Teror atau Terorisme selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah “puncak aksi kekerasan,
terorism is the apex of violence. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror
tanpa kekerasan. Terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasi dan
sabotase umumnya langsung, sedangkan terorisme tidak. Korban tindakan Terorisme seringkali adalah
orang yang tidak bersalah. Kaum teroris bermaksud ingin menciptakan sensasi agar masyarakat luas
memperhatikan apa yang mereka perjuangkan. Prof. DR. Muladi, SH (pernah menjabat sebagai Hakim
Agung RI (September 2000-Juni 2001), dan Gubernur Lemhannas (2005-2011), serta menjabat sebagai Ketua
DPP Partai Golkar Bidang Hukum dan HAM (2009-2014),
menurutnya Tindak Pidana Terorisme dapat
dikategorikan sebagai mala per se atau mala in se, tergolong kejahatan terhadap hati nurani
(Crimes against conscience), menjadi sesuatu yang jahat bukan karena diatur atau dilarang oleh Undang-
Undang, melainkan karena pada dasarnya tergolong sebagai natural wrong atau acts wrong in themselves
bukan mala prohibita . Menurut TNI - AD, berdasarkan Bujuknik (Buku petunjuk administrasi
Angkatan Darat) tentang Anti Teror tahun 2000, terorisme adalah “cara berfikir dan bertindak yang
menggunakan teror sebagai tehnik untuk mencapai tujuan”
, sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
dengan membentuk Ad Hoc Committee on Terrorism tahun 1972 yang bersidang selama tujuh tahun tanpa
menghasilkan rumusan definisi.

Walaupun belum ada defenisi terorisme secara universal, hingga sampai saat sekarang ini PBB sendiri
juga belum dapat mendefenisikan apa sesungguhnya Terorisme. Namun dalam hal ini, Mursyid/GuruBesar/
Mujaddid Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan sebagai
Pimpinan Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi
mendefenisikan terorisme secara lebih luas dan melihat dari berbagai sudut pandang kehidupan manusia
serta hakikat kehidupan manusia itu sendiri, sebagai berikut:


“Pengertian teroris yang di ungkapkan oleh para ahli dan para pakar diatas tadi, sudah jelas bahwa
sampai kepada tingkat PBB (perseritakan bangsa-Bangsa) sekalipun belum dapat meletakkan kedudukan
terorisme pada proporsinya. Semua orang tahu setiap yang bentuknya tidak dapat menentramkan seseorang
dengan ancaman-ancaman yang dilontarkanya yang ditujukanya kepada kelompok orang, golongan seseorang,
keluarga seseorang, pribadi seseorang, paham seseorang, keyakinan seseorang, agama seseorang bahkan
terhadap Bangsa dan Negara adalah sebuah tindakan teroris. Ini merupakan suatu teror atau ancaman
yang dilontarkannya hingga membuat tidak tentramnya kehidupan yang di jalaninya secara pribadi,
keluarga, masyarakat, kelompok orang, golongan orang bahkan Bangsa dan Negara, semuanya itu terniat
dari apa yang hendak ditujunya atau yang hendak dicapainya atas tindakan-tindakan, yang disebut
tindakan terorisme. Kalau yang tidak suka dengan tindakan tersebut disebutlah sebagai tindakan
teroris, sedangkan pelaku teror menganggap bahwa tindakannya telah benar untuk mencapai tujuan yang
diinginkannya, disebut perjuangan.


Kekacauan, kerusuhan, keonaran sampai terwujud kepada tindakan kekerasan yang diwujudkan dengan
perbuatan nyata maka jelas-jelas ini semua tidak dapat kita terima dengan logika yang benar,
terkecuali bagi mereka-mereka yang menganggap bahwa pekerjaan teror dan terorisme itu bagi pemahaman
dan keyakinan yang mereka yakini untuk merusak atau menghancurkan dengan tujuan-tujuan tertentu,
yang jelas dan terang arah dan tujuan yang hendak dicapainya menurut kelompok atau golongan para
teroris itu sendiri. Mereka (teroris) membenarkan dan menghalalkannya tindakan kekerasan,
penghancuran, pengerusakan dan pembunuhan yang mereka lakukan dan mereka menganggap bahwa pekerjaan
atau tindakan yang mereka lakukan direstui atau di Ridhoi oleh Tuhannya, begitulah anggapan,
penilaian, dan keyakinan mereka. Kalau kelompok teroris itu dengan berdalih agama, maka ia akan
memerangi orang-orang kafir yang dianggapnya setiap orang yang berseberangan dengan keyakinannya
atau selain dari agama Islam adalah kafir yang sangat dibenci oleh Allah (contohnya seperti
Q.S At Tahriim (66) Ayat 9 atau ayat-ayat lainnya) 
karena mereka memahami firman-firman Allah
tersebut hanya sebatas penafsiran secara laterlite saja (dangkal, sempit, kaku) tanpa mau memahami
makna ayat al Qur’an itu secara lebih mendalam (tersirat) karena sesungguhnya Al Qur’an itu penuh
dengan Hikmah dan lebih luas untuk memahaminya.

Allah SWT telah berfirman:
Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang mengandung hikmah, (Q.S Lukman (31) ayat 2)

Jadi kafir dalam Q.S At Tahiim (66) ayat 9 menurut penafsiran yang hakiki secara mendalam dan penuh
hikmah itu adalah; Nabi Muhammad diperintahkan Allah secara tegas dan keras bagi pemeluk agama islam
itu sendiri untuk memerangi hawa nafsu yang ada di dalam dirinya terutama hatinya sendiri untuk
menuju keridho’an Allah atau yang disenangi Allah, yang disukai Allah dan yang sangat dicintai Allah
yaitu orang orang  yang hanya menyebut nama Allah saja, dan HATI YANG KERAS ITULAH YANG DIKATAKAN
ALLAH SEBAGAI ORANG-ORANG KAFIR KARENA TIDAK MAU TUNDUK SUJUD ATAS PERINTAH ALLAH, ITULAH SYAITAN-
SYAITAN YANG INGKAR, MELAWAN, DURHAKA DAN MENENTANG KEPADA ALLAH
(Q.S Al Baqarah (2) ayat 30-34 dan
banyak lagi ayat-ayat lainnya)

Karena cara menafsirkan Al Qur’an secara laterlite dan berdasarkan akal pikir serta nafsunya semata
pastilah berakibat buruk jadinya, karena sasarannya jauh menyimpang dari arti jihad yang sesungguhnya
untuk memerangi orang-orang kafir yang dimaksudkan Allah itu, karena yang dimaksudkan,
yang dikehendaki dan yang diridho’i Allah itu adalah memerangi syaitan-syaitan yang berada di hati
kita masing-masing, karena syaitan-syaitan itu selalu mendorong untuk melakukan tindakan-tindakan
kejahatan yang selalu dibisik-bisikkan ke pikiran dan dada manusia. Sehingga mereka (kelompok teroris)
melakukan tindakan teror dengan berdalih bahwa tindakan yang dilakukan adalah bentuk jihad membela
agama yang dibawanya dan diyakininya, walaupun sesungguhnya telah jauh dari yang dimaksudkan Allah
itu sendiri namun mereka tetap berdalih bahwa mereka membawa kebenaran dari Tuhan dan mereka
mengatakan “Ini adalah perintah Tuhan”

Allah SWT telah berfirman:
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab:
"Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. “Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah
orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”.
“Apabila dikatakan kepada mereka:
"Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman, mereka menjawab: "Akan berimankah kami
sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman? Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang
yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu”. “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman,
mereka mengatakan: Kami telah beriman. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka
mengatakan: Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".
”Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan
mereka”. “Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung
perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk."
(Q.S. Al-Baqarah(2)ayat 11-16)

Bukankah ini bagi kita semua yang memakai akal sehat dan dengan hati yang terbuka jelaslah bahwa
tindakan-tindakan tersebut tidak dapat ditolerir (terima)  dan kita tolak dari permukaan bumi ini,
marilah kita semua bersatu terutama negara, bangsa dan seluruh rakyat yang ada di negara kita
khususnya negara kesatuan republik Indonesia yang kita cintai dan seluruh dunia pada umumnya,
bahwa kelompok-kelompok teroris wajiblah kita bersihkan agar terciptanya ketentraman, ketenangan dan
kedamaian dalam hidup ini, tapi bersikap jujurlah dengan tidak bersikap munafik terhadap hati kita
masing-masing, jangan bersembunyi di dalam ketidak setujuan adanya teroris dengan berteriak “Basmi
teroris...!!!” namun terkadang kecenderungan terselip di dalam hati kita juga menginginkan atau
mendukung segala bentuk kegiatan atau tindakan teroris itu sendiri. Tapi Kita sudah sama-sama
berprasangka baik bahwa semuanya kita setuju “bahwa tidak ada tempat di bumi Allah ini bagi teroris”
bukankah begitu wahai saudara-saudaraku yang,kusayangi, kukasihi, dan aku cintai. Didalam keyakinan
agama Islam yang berdasarkan Firman Allah (Qur’an) serta Al-Hadist Nabi Muhammad SAW (Sunnah) jelas-
jelas perbuatan teroris sangatlah dilaknat Allah, dilaknat Malaikat dan dilaknat Manusia.

Kenapa mereka, kelompok teroris, pemahaman teroris dan keyakinan para teroris bisa seperti begitu,
padahal Allah telah berfirman dan disampaikan Nabi Muhammad SAW dan para Nabi-Nabi sebelumnya,
serta para Sahabat-Sahabat, tabiit, Tabi’it tabi’in,  para ustadz-ustadzah, para kiyai dan para
tokoh-tokoh ulama besar lainnya, namun mereka masih bersikeras untuk mempertahankan keyakinannya
yang menurut mereka benar tapi didalam pandangan dan penilaian Allah sangatlah dibenci, bahkan Allah
melaknat mereka mati dalam keadaan kafir
seperti firman Allah :

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah,
para malaikat dan manusia seluruhnya”.(Q.S. Al-Baqarah(2)ayat 161)

Penafsiran, pendapat dan pemahaman Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan Bin H. Muhammad Thahir
Bin Muhammad Isa bin Malan, bahwasannya teroris itu adalah termasuk dalam golongan orang-orang Kafir,
(syaitan yang amat nyata), untuk itu mari kita lihat firman-firman Allah SWT berikut ini:

kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
(Q.S Shaad (38) Ayat 74)

Dan firman Allah lagi:
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah
mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

(Q.S Al Baqarah (2) Ayat 34)

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

(Q.S Asy Syua’raa (26) ayat 88-89)

Lebih jelas dan terang dirman Allah SWT:
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah
golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

(Q.S Al Mujadillah (58) Ayat 19)

Jelas firman Allah tersebut di atas:
Syaitan itu, dikatakan Allah adalah “orang-orang kafir” sedangkan syaitan adalah ciptaan Allah yang
membangkang kepada Allah, sedangkan yang kafir itu bukanlah agamanya, tetapi lebih cenderung kepada
hakikanya, yaitu syatain-syaitan yang membangkang Allah. Allah adalah kebenaran, dan firman Allah
sendiri merupakan sumber kebenaran yang datang daripada-Nya.  Kalaulah kita menafsirkan al Qur'an,
memegang firman-Nya saja tanpa sumber yang melahirkan firman itu, yaitu Allah hadir melekat di hati
kita...maka, pastilah cenderung hati kita dikuasai syaitan yang bersemayam di dalam hati, yang
wujudnya manusia, namun hakitatnya adalah syaitan yang amat nyata, yaitu hatinya  yang tidak mau
tunduk sujud dan patuh kepada perintah Allah (Q.S Al A’raaf (7) ayat 205).


Maka Allah sekali lagi menyeruhkan kepada orang-orang beriman (yaitu; orang-orang yang taat dan
patuh atas segala perintah-perintah dan menjauhi segala larangan Allah) untuk menundukkan hatinya
(khusyuk) berdzikir mengingat Allah.

Allah SWT berfirman:
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan
kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang
sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka
lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

(Q.S Al haddid (57) ayat 16)

Jadi jelas para teroris itulah sesungguhnya yang dikatakan Allah dan nabi sebagai kafir zindik
di dalam padangan dan penilaian Allah
. Menurut Imam Syafii, Imam Malik dan Imam Ahmad, Zindiq yaitu
orang yang menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya. Seperti pada zaman Rasulullah disebut
orang Munafiq, namun dalam istilah syar’i sering disebut Zindiq.
seperti terwujud dari pada tindakannya yang merasa lebih baik dan merasa paling benar, sombong dan
angkuh dihadapan manusia lainnya sehingga menumbuhkan rasa kebenciaan yang berujung kepada tindakan
kekerasan dan kekejaman kepada orang lain namun berlindung di balik agama Islam
. Bukankah ini
perbuatan yang sangat-sangat merugikan nama ISLAM itu sendiri, karena Rasulullah SAW bersabda:
“Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang
kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”
Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”
Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak
menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”
Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?”
Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”
Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”
Rasulullah SAW bersabda: “Cintakan dunia dan takut akan kematian.”


Maksud kalimat pada hadit tersebut ”orang kafir akan menindas mereka” ditafsirkn oleh Tuan Guru
Syekh. Muhammad Hirfi nuzlan, bahwa ; orang kafir itu bukanlah diluar agama islam, tetapi orang-orang
kafir itu adalah iblis-iblis/syaitan-syaitan yang menguasai hati dan pikiran setiap anak manusia
untuk bertindak dan berbuat berdasarkan kepentingan diri pribadi dalam menjalankan kehidupan di dunia
ini, contohnya; seperti mengerjakan shalat dan ibadah-ibadah lainnya, pada dasar syari’atnya
tidaklah salah, namun pada hakikatnya (di dalam padangan dan penilaian Allah) hati mereka yang
mengerjakan shalat dan amal ibadah lainnya di anggapnya paling baik dan benar, sehingga bila
di arahkan ditunjuki dan diberi tahukan kepadanya agat Allah ridho padanya di dalam mengerjakan amal
ibadah dan perbautan perbuatan baik lainnya. (sesuai dengan firman Allah Q.S Al Haddid (57) ayat 16
& Q.S Al A’raaf (7) Ayat 205) 
dia akan membangkang dan marah dengan sebenar-benar marah pada orang
yang memberi tahu atau yang menunjuki itu. Seolah –olah dalam pikiran dan prasangkanya,
yang disangkakan kepada orang yang memberi tahu itu , dirinya mengatakan“macam sudah betuh saja kau,
"...kau pula yang mengajari aku”. sedangkan kita tahu syaitan/iblis itu bersemayam di dalam hati
anak-anak manusia, sehigga hatinya tidak mau tunduk/sujud menyebut nama Allah, dan syaitanlah
sesungguhnya yang menghalangi jalan untuk tidak menyebut nama Allah di hati kita.  Jadi sesungguhnya
Iblis/syaitan itulah yang sesungguhnya menekan, menindas hati setiap orang yang ingin berdzikir
kepada Allah.  Dan syaitan selalu memalingkan hati kita untuk hal-hal yang lain agar berbuat jahat
(maksudnya selalu hatinya bermaksiat kepada Allah) sehingga terlalu banyak isi dunia di dalam hatinya
yang dicintai, itulah yang disebut Allah dengan orang yang menduakan Allah/meramaikan Allah di
hatinya, dan itu pula dosa yang tidak di ampunkan Allah.

Allah SWt berfriman:
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan
mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.(
Q.S Az Zukhruf (43) ayat 37)

dan yang lebih ironisnya lagi, mereka berikrar berjuang menegakkan nama Allah, tapi perbuatannya
sangat bertentangan dengan perintah Allah itu sendiri, dan Allah tidak pernah hadir di dalam hatinya
(berdzikir), itulah orang-orang munafik yang sesungguhnya di dalam pandangan Allah.


Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya
(dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali
.
(Q.S An Nisaa’ (4) Ayat 142)

Maksud kaliamt "mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”  adalah ketika hatinya banyak lalai
kepada dunia dari pada mengingat atau menyebut Allah di hatinya, tegasnya banyak lalainya daripada
berdzikir mengingat Allah.

Bahkan Allah tidak pernah memerintahkan untuk merusak, menyakit bahkan sampai membunuh/mengambil
nyawa orang lain yang tidak seakidah dengannya atau yang tidak seagama/tidak sekeyakinan dengan
dirinya. Bukankah Allah sudah menegaskan di dalam firman-Nya:

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti
akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat
menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia
memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
(Q.S Al ‘Anaam (6) ayat 108)

Jadi terang, jelas dan tegas bahwa mati mereka (teroris) pun yang katanya “mati Syahid” diterima
Allah dan disambut bidadari itu hanya isapan jempol belaka atau fatamorgana. seperti firman Allah
dibawah ini
:

“ Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar,
yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak
mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan
kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”

(Q.S. An-Nuur(24) ayat 39)
 

Sebagaimana yang dijanjikan oleh para pemimpin-pemimpin mereka, karena pemimpin mereka juga tidak mau
tunduk dan khusuk hatinya untuk berdzikir kepada Allah (mengingat dan menyebut nama Allah).
Sungguh mereka mati hatinya telah tertutup oleh penyakit-penyakit hati yang dipeliharanya didalam
hatinya seperti firman Allah itu tegas , terang dan jelas :


“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,
disebabkan mereka berdusta”.
(Q.S. Al-Baqarah(2) Ayat 10)

Dan firman Allah lagi :
“Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta
(pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (Q.S. Al-Israa(17) ayat 72)


Pemahaman dan penafsiran Guru Besar/Mursyid/Mujaddid Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan bin H.
MuhammadThahir bin Muhammad Isa bin Malan, buta yang dimaksud Allah didunia sudah pasti bukan
buta mata jahir ini tetapi buta mata hatinya karena hatinya tidak dapat melihat dan menyaksikan
Allah dengan mata Batinnya/Hatinya karena tidak berdzikir  kepada Allah SWT sehingga mereka
tersesat didalam kebenaran yang mereka lakukan dan mereka yakini, didunia saja pekerjaan mereka
sudah sangat dikutuk manusia hingga di akhirat kelak mereka lebih sesat dan akan dilaknat Allah,

Namun mereka tetap berdalih dengan alasan membela agama Allah, padahal Allah sangat mengutuk
perbuatan mereka yang sangat zdalim itu sangatlah tidak benar dan tidak ada Allah membenarkan
tindakan-tindakan mereka itu (teroris), tindakan mereka ini sesungguhnya sangatlah biadab karena
Allah sangat murka terhadap mereka Yang membuat kerusakan-kerusakan dimuka bumi ini kami juga
berkeyakinan bagi pemeluk agama lain juga tidak ada yang setuju apa lagi membenarkan
tindakan-tindakan mereka.

Seperti firman Allah bagi kelompok teroris yang jumlahnya bisa dihitung pakai jari:

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan
mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Q.S Al Baqarah (2) Ayat 16)


“Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan
syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”.

(Q.S. Mujadillah(58) ayat 19)

Jadi Sayitan itu yang amat  jalas dalam pandangan mata kita adalah orang-orang yang berbuat
kerusakan di muka bumi mereka itulah orang yang kafir berselubung dibaju agama Islam mereka
itulah yang disebut kafir zindiq yaitu orang yang menampakkan keislamannya menyembunyikan
kekafirannya. Tegasnya hati mereka tidak berdzikir kepada Allah.

Kafir itu dapat dibagi menjadi 4 Kategori,agar kita dapat mengahui dengan jelas,terang dan tegas,
siapa kafir sesugguhnya yang dikatakan Allah, agar kita tidak mudah di ombang ambing (tidak bimbang)
oleh syaitan itu sendiri, yang bersembunyi dan bersemayam di dalam hati orang-orang yang mengaku
beragama Islam, tapi perbuatannya tidak Islami.

1. Kafir Dzimmi, yaitu orang kafir yang tinggal di negeri Islam, hidup dengan aman dan di bawah
    perlindungan pemerintahan muslim, dengan syarat membayar jizyah (upeti) sebagai jaminan
    keamanannya. Orang kafir seperti ini terjaga darahnya dan tidak boleh diganggu.
    Rasulullah SAW bersabda,
    “Barang siapa membunuh kafir dzimmi maka ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau
    surga dapat tercium sejauh 40 tahun perjalanan.” (HR an-Nasai:8742, dan dishahihkan oleh
    al-Albani dalam shahih al-Jami no.6457).


2. Kafir mu’ahad, yaitu orang-orang kafir yang tinggal di negerinya, tetapi antara kita dan mereka
    terdapat perjanjian damai untuk tidak saling memerangi selama waktu yang telah disepakati.
    Namun, hal itu dengan syarat mereka tetap mematuhi perjanjian dan tidak melanggarnya. Dan kafir
    seperti ini juga tidak boleh dibunuh. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad
    ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh
    tahun.” (HR. Bukhari:3166).


3. Kafir musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian
    kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan
    keamanan. Dari Ummu Hani, berkata, “Wahai Rasulullah, anak ibuku (yaitu Ali bin Abi Thalib)
    menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah.
    “Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi, wahai Ummu Hani.”
     (HR. Bukhari: 357 dan Muslim: 337).


4. Kafir harbi, yaitu kafir selain tiga di atas, kafir jenis inilah yang disyariatkan untuk di
    perangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam. Dan ini lah yang dimaksud
    dalam surat al-Baqarah ayat: 190-193. Golongan ini diperangi, apabila ia atau negaranya telah
    menampakkan atau menyatakan perang terhadap kaum muslimin atau kaum muslimin terlabih dahulu
    mengumumkan perang terhadap mereka setelah orang-orang kafir ini menolak ajakan kepada Islam.
 

Jadi, kalau para kelompok teroris masih beranggapan dan berpengang teguh kepada pemahaman, prinsip
dan keyakinannya setelah datang petunjuk atau peringatan-peringatan dari Allah,d engan terang, jelas
dan tegas melalui para ustadz-ustadzah,  para ulama-ulama besar dan lain-lain sebagainya,  maka untuk
saudara-saudaraku yang berkaykinan atau sepaham dengan teroris. Maafkanlah kami sebagai saudaramu
makhluk ciptaan Tuhan yang sebenarnya kita satu payung di dalam ebragama Islam, namun kita berbeda
pendapat dan berbeda keyakinan. Terpaksalah kami akan menghabisi dengan cara kami pula agar
terciptanya agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin, sesuai dengan Al Qur’an itu sendiri, janganlah
merusak agama Islam yang sesungguhnya, yang sesuai tuntunan Al Qur’an dan Al Hadits itu sendiri,
AGAMA ISLAM YANG SESUNGUHNYA ITU ADALAH ORANG-ORANG YANG BISA BERLAPANG DADA,
KARENA HATINYA MAU TUNDUK DAN SUJUD MENYEBUT NAMA ALLAH DI DALAM HATINYA.


Firman Allah itu berbunyi:
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak
mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

(Q.S Al A’raaf (7) ayat 205)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram
.(Q.S Ar Rad (13) ayat 28)

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka
bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan
bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
(Q.S Al Fath 948) Ayat 4)

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat
cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi
mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

(Q.S Az Zummar (39) ayat 22)


Mohon maaf lahir dan bathin, atas segala ulasan –ulasan yang berdsdarkan firman Allah tersebut.
Semua ini  demi keadaan yang tentram, tengan, damai , sejahtera menuju bangsa Indonesia yang
beradab, beretika, sopan dan santun, penuh keramah tamahan sesuai budaya bangsa Indonesia itu
sendiri. Ya Tuhan kami.....TEGAKAKANLAH AGAMA KAMI SEBENAR-BENAR TEGAK DAN LURUS HANYA UNTUK
MENCITAIMU SEMATA, BAGI AGAMA SAUDARA KAMI YANG ADA DI INDONESIA INI...KAMI KHUSUSNYA DARI
PENGAJIAN TASAWUF BABUR RIDHO RAHMATULLAH AHLI THARIQAT NAQSYABANDI JABAL HINDI berdasarkan
padangan, pemahaman dan penafsiran Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi  Nuzlan Bin H.muhammad Thahir
Bin Muhamamd Isa Bin Malan bahwasannya agama Islam itu adalah orang-orang yang dapat berlapang
dada dengan situasi dan kondisi apapun yang dihadapinya. Karena hatinya selalu beserta dengan
ALLAH. Jadi agama Islam itu hakikatnya adalah ORANG-ORANG YANG DAPAT BERLAPANG DADA DAN
MENEGAKKAN SYARI’AT AGAMA ISLAM ITU SENDIRI DENGAN BENAR, PAS, TEPAT DAN TERARAH.
AGAMA ISLAM ITU SESUNGGUHNYA ADALAH AGAMA YANG RAHMATN LIL ALAMIN, RAHMAT BAGI
ALAM SEMESTA INI.

Pengertian dan pemahaman dari Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan agama Islam yang
sesungguhnya itu adalah agama yang damai, terutama mendamaikan hatinya TERLEBIH DAHULU
bersama dengan Allah, bila sudah damai hati kita terlebih dahulu, maka baru benarlah agama
Islam itu dapat memberi petunjuk dan mengarahkan  kepada penganut agama islam itu sendiri.
Bagi agama saudaraku yang ada di indonesia ini, pastilah sudah tahu cara untuk mencintai Tuhan
dengan keyakinan yang diyakini untuk hati juga berdamai terlebih dahulu kepada sang Pencipta. 
Sebenarnya Jihad di dalam menegakkan agama Allah itu ditafsirkan salah oleh para
teroris yang selalu membuat keresahan, keonaran, sehingga tindakkannya menjadi brutal,
karena hatinya DIBERUTALI/ DIGERANYANGI/ DIKUASAI OLEH SYAITAN,
sehingga Jihad itu menjadi JAHAT.

Padahal jihad yang sesungguhnya yang dimaksudkan Allah dan yang disabdakan Nabi
Muhammad SAW adalah JIHAD MEMERANGI HAWA NAFSU DUNIA SYAITAN YANG MENGUASAI DAN
MENDUDUKI SERTA BERTAHTA DI HATI ORANG-ORANG YANG TIDAK MAU MENYEBUT NAMA TUHANNYA,
ITULAH SYAITAN YANG SESUNGGUHNYA. SEKIAN SAUDARAKU...TERIMA KASIH....SELAMAT BERJUANG
MELAWAN HAWA NAFSU DIDALAM DIRI KITA MASING-MASING, JANGAN BIARKAN SYAITAN MENGUASAI
PIKIRAN DAN HATI KITA SAMPAI MELAKUKAN PERBUATAN DENGAN TINDAKAN, SEPERTI:  MEMBUAT
KEONARAN, KERUSAHAN DAN KETIAKNYAMANAN  DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG KITA CINTAI
INI. JADI UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU...YANG BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN SESUAI DENGAN
KEYAKINANNYA MASING-MASING, KETAHUILAH... BAHWA SESUNGGUHNYA AGAMA ISLAM ITU BUKANLAH
AGAMA TERORIS, ITU ADALAH OKNUM -OKNUM, KELOMPOK YANG KECIL YANG MERUSAK
ISLAM ITU SENDIRI.



 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru