Cinta

CINTA Tak Terbatas RUANG dan WAKTU

Manusia yang hidup dan menjalani kehidupan di muka bumi ini tidak dapat terlepas dari yang
namanya CINTA, sepanjang manusia itu masih memiliki hati di dalam dadanya maka akan di
pastikan ada cinta dihatinya, terlepas dari apa dan siapa yang dicintainya. Karena cinta
banyak orang yang merasa  bahagia dibuatnya. Disebabkan oleh cinta, banyak orang yang
tersakiti dan menderita akhirnya, dan karena cinta pula seseorang itu merasa hidup dan sebab
cinta itu pula hidup pun bisa terasa mati, cinta sangat memegang peranan penting didalam
sisi kehidupan manusia sehingga kata cinta memiliki definisi terbanyak dan mengandung
pengertian yang cukup beragam dan sangat luas, tergantung kepada individu yang merasakan
dan menjalani cinta tersebut.

Setiap manusia yang memiliki cinta berarti ia masih memiliki hati, karena cinta tersebut
berpusat dihati setiap insan manusia yang hidup di alam dunia fana ini, jelasnya hatilah
alat utama untuk mencintai dan hati pula sebagai wadah pemuat berbagai cinta itu,
baik itu cinta kepada sesama manusia seperti cinta kepada kekasih, suami, istri, anak
maupun cinta kepada benda seperti cinta kepada harta, uang, perhiasan, dan lain sebagainya,
namun perlulah kita ketahui dan pahami akan cinta itu lebih dalam lagi, agar kita dapat
lebih mengetahui dan memahami seperti apa cinta yang diperbolehkan atau cinta yang
dimaksudkan dan di Ridho'i  Tuhan Sang Maha Cinta itu, yang telah menganugrahkan rasa cinta
kedalam hati  manusia di muka bumi ini, mari kita baca dan simak akan firman-firman Tuhan dalam kitab
suci Al-Qur’an dibawah ini :

Allah SWT telah berfirman yang artinya :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan
di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.
(Q.S. Ali-Imran (3) ayat 14).

Mengapa Allah menyatakan bahwa di sisi Allah tempat kembali yang baik, sangatlah dapat kita
pahami bahwa jika kita mencintai segala mahkluk maupun harta benda yang ada didunia ini yang
pada kenyataannya hal itu tidak bersifat kekal dan abadi, kapan saja sesuatu yang kita
cintai itu dapat berubah, rusak, berkurang ataupun hilang dari diri kita maka pastilah hati
kita akan merasakan kekecewaan dan kesusahan akan kejadian tersebut, disadari atau tanpa
disadari, sengaja atau tidak sengaja ternyata diri kita telah menyimpan bara api yang pada
waktunya akan membara dan membakar diri ataupun hati kita sendiri, bila hati itu mencintai
sesuatu yang tidak bersifat kekal dan abadi.

Allah SWT telah berfirman yang artinya :
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu,
harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya,
dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan
Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
( Q.S.At-Taubah (9) ayat 14)

Dan Allah SWT telah berfirman yang artinya :
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih
dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
( Q.S. An-Nahl (16) ayat 107)

Mencintai Allah begitu sangat ditekankan bahkan diwajibkan di Pengajian Tasawuf Babur Ridho
Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi, Tuan Guru Syekh. Muhammad Hirfi Nuzlan
bin Haji Muhammad Thahir Bin Muhammad Isa Bin Malan merupakan sosok Mursyid yang kejam dan
keras didalam mendidik, menunjukki, membimbing, mengarahkan hati murid-muridnya agar dapat
mencintai Allah secara penuh dan murni di dalam hati melalui methode dzikrullah, namun dilain sisi
beliau sangat begitu lembut hatinya, rendah hati, pemurah, penuh perhatian dan kasih sayang terhadap
siapapun apalagi terhadap orang-orang yang ingin mengenal dan ingin mencintai Allah, beliau rela
mengorbankan apa saja demi cintanya kepada Allah, dan demi orang lain agar dapat juga
mengenal dan mencintai Allah, sehingga beliau begitu keras dan kejam dalam mengarahkan hati
murid-murid yang berpaling dari mencintai Allah,  marah dan sayang  beliau, kejam dan kasih
beliau, keras dan lembutnya sikap beliau semua untuk dan karena CINTA YANG HAKIKI.

Allah SWT berfirman yang artinya:
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

(Q.S.Ali Imraan (3) ayat 31).

Mencintai Allah sangat sulit dapat diraih, mencintai Allah mustahil dapat ditemui kecuali
ada orang  yang menghantar hati itu untuk menemui Sang Maha Cinta yaitu Allah Azza wa jalla,
mestilah ada orang yang bisa menghantarkannya, dan orang itu adalah orang-orang yang hatinya
sudah berada dan selalu Akrab serta intim dengan Allah, beliaulah Nabi Muhammad
Rasulullah SAW, dan kini Rasulullah kekasih Allah itu telah tiada maka Ulama-lah yang
menjadi pewarisnya yaitu ulama yang benar-benar telah mewarisi hati Rasulullah SAW yang
sangat Mulia itu, hati mereka hanya ada Allah, hanya mencintai Allah, hanya mentauhidkan
Allah, hati mereka sudah dalam gengaman Allah, hati mereka milik Allah, sehingga Allahlah
pada hakikatnya yang memerankan kehidupan diri dan hati mereka, hal tersebut dapat
dibuktikan dengan rasa, bagi orang-orang yang yakin kepadanya, mereka dapat merasakan
hatinya sangat begitu dekat kepada Allah melalui bimbingan mereka-mereka yang mewarisi hati
Rasulullah SAW itu, bagi pengikut yang yakin kepadanyalah yang dapat merasakan akan cinta Allah
yang sangat begitu Luas dan indah serta sempurna itu.

 

Dari Pulau Dewata Bali, Tuan Guru Syekh Muhammad Hirfi Nuzlan Bin Haji Muhammad Thahir Bin
Muhammad Isa Bin Malan, memberikan Tausyiahnya yang bertemakan tentang Cinta, beliau
menerangkan betapa pentingnya akan cinta kepada Allah melalui seorang Mursyid, lewat Vedio
call itu Tuan Guru menjelaskan bahwa: “Cinta itu ada dua, yaitu cinta kepada Makhluk dan
cinta kepada Allah, cinta kepada makhluk itu bersifat sementara dan cinta kepada Allah
itulah hakikat cinta yang sejati, yang tak terbatas oleh ruang dan waktu”, Para jama’ah
duduk merapat ingin melihat dan mengetahui kabar Guru yang sangat dicintainya,
lewat layar Televisi yang sengaja di persiapkan untuk mendengarkan Tausyiah Tuan Guru saat
Video Call yang disambungkan ke televisi 50 inch itu, yang berada Aula Pengajian Tasawuf
Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi, murid-murid sangat begitu
bahagia hatinya serasa terobati  dari penyakit Rindu serta penyakit cinta yang meradang
sejak ditinggalkan Tuan Guru yang sangat mereka cintai itu, karena mereka sangat sadar
dan menyadari bahwa Tuan Gurulah yang telah mengenalkan hati mereka kepada Allah,
karena Tuan Gurulah yang telah menanamkan benih-benih cinta hanya kepada Allah SWT,
sehingga mereka murid-murid sangat berterimakasih atas segala bimbingan dan arahan serta
petunjuk Tuan Guru selama ini, yang membuat hidup mereka menjadi lebih bermanfaat dan
berarti untuk hanya mencintai Allah di dalam menjalani kehidupannya di Dunia fana ini,
suara tangisan dan tetesan air mata murid-murid membasahi hatinya yang haus merindu kepada
sosok yang telah mengantarkah hati mereka hingga mengenal dan dapat mencintai Allah.

Seperti Allah SWT berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan
diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”.
(Q.S. Al-Maa’idah (5) ayat 35).

Murid-murid satu persatu mengungkapkan perasaan rindu dan cintanya kepada Guru pembimbing
lahir bathinnya, rindu mereka karena Allah, cinta mereka juga karena Allah, karena hanya
melalui cinta kepada Mursyid atau yakin kepada Gurunya mereka dapat mencintai Allah SWT.
Ungkapan-ungkapan rindu mereka kepada Gurunya, menyadarkan hati, betapa pentingnya kedudukan
seorang Mursyid didalam kehidupan ini, karena Guru juga merupakan seorang ayah bagi murid-
murid yang dapat memahami ilmu Tasawuf melalui jalan Thariqat, yang harus dihormati,
di sayangi, dikasihi, dan dicintai, sehingga dengan mencintai Guru sudah tentu akan dapat
mencintai segala ajarannya, selanjutnya dapat diterapkan dalam segala bentuk amal ibadahnya
dan dalam segala aktifitas di kehidupan ini.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku bagi kamu adalah ayah, seperti ayah terhadap anaknya, bahkan Guru adalah
Bapak yang sebenarnya, karena Bapak menyebabkan kehidupan yang fana, sedangkan pengajar
menyebabkan KEHIDUPAN YANG KEKAL. Oleh karena itu GURU diutamakan haknya dari Ayah dan Ibu.
(Dikutip dari kitab Ringkasan “IHYA ULUMUDDIN” yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali).

Rasa syukur kami yang begitu besar hanya kepada Allah yang telah memberikan seorang Guru/
Mursyid yang benar-benar telah sempurna hatinya hanya mencintai-Mu dan benar-benar mengasihi
kami sebagai orang-orang yang merindukan-Mu, kami yakin Tuan Guru tidak akan pernah mau
meninggalkan kami yang sangat membutuhkan kehadiran seorang Guru yang dapat menghantarkan
hati kami yang merindu kepada Allah Sang Maha Cinta, walau Tubuh-mu jauh.. namun perhatianmu tetap
datang mendekati diri kami, walau Tuan Guru pergi untuk memberikan cinta kepada umat yang
lain yang juga ingin merasakan cinta hanya kepada Allah, akan tetapi ajaranmu selalu datang
dekat di hati kami yaitu agar HATI KAMI TETAP SELALU BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH, kapanpun
dan dimanapun kami berada,  terima kasih Tuan Guru yang kami sayangi, kami kasihi dan kami
cintai, ajaranmu akan kami ukir di hati kami sehingga dapat berbekas sebagai saksi dan bukti
Cinta kami kepada ALLAH.

I love You Tuan Guru.., Muach..., Muach..., Muach..

Zulfan Efendi dan Ismas syadewa selaku penulis yang selalu menulis di joglo dan selalu
setiap saat di temani Tuan Guru untuk memberikan masukan, keritik, perbaikan serta
penyempurnaan Berbagai artikel di Web site ini juga mengungkapkan rasa rindunya lewat
sebuah puisinya karena merasa kehilangan sosok pemberi ilmu dan motifasi tersebut,
Zulfan Efendi dan Ismas syadewa dan banyak murid-murid lainnya mengungkapkan kerinduan
hatinya serta cintanya kepada Tuan Guru yang sebelumnya telah take Off dengan pesawat
Garuda dari Airport Kuala Namu menuju Airport Ngurahrai di Bali pada hari Rabu
tanggal 11 Januri 20017 pukul 07.30 Wib yang lalu.

Inilah ungkapan cinta dan rindu dari muridmu

Judul: DO’A-DO’A PILU

Masih tersusun lembaran-lembaran angin
Masih membara rindu-rindu
Yang pernah kau tiupkan di hatiku.

Sedang kebun-kebun mawar
Tak lagi tebarkan harum
Kemana lagi kucari bunga..?

Kayuh perahumu dengan layar merah
Wahai ombak..., hantarkan dia..!
Bermain di pulau-pulau damai..

Bertahun-tahun rasanya ku menunggu
Dibawah Joglo ini..
Mengembuskan do’a-doa pilu
Kapan kau datang mengusap air mataku..?

 

Oh rindu.., yang telah membelah bumi
Yang hidupkan jarum-jarum kepiluan

Datanglah..!, datanglah...!!,
Temani aku..!. Temani aku..!!
Menulis di bawah joglo ini.
(Pen. Zulfan Efendi, 2017).



Judul: Pena yang Merindukan Cinta

Disaat cinta pergi...
Berdiri dalam kegelisahan
Dudukpun dalam kebimbangan
dan tertidur dalam kegalauan

Disaat cinta berpaling...
diri pun tersiksa pedih
pikiran terantai duri
dan hati terbakar api

Namun tatkala cinta bersemi...
keindahan memeluk perasaan
kemesraan membelai manja
dan kelembutan membalut jiwa

dan tatkala cinta datang...
semua menyatu dalam sebuah nama
semua menyatu dalam subuah rasa
semua menyatu dalam sebuah kata

Oh cinta...
jangan lagi pergi..!
jangan tinggal aku sendiri..!
dan jangan biarkan hatiku sepi..!

oh..Rindu...
yang membakar asmara
yang menabur warna surga
dan yang menghujam dada

kan ku peluk bayangmu yang nyata
kan ku pandangi sinarmu yang indah sempurna
kan kujaga jiwamu yang abadi
dan akan ku lepaskan diriku hanya untuk mu

biarpun harus menguras darah
biarkan harus membunuh hasrat
biarpun harus mematah tulang
ku tetap menunggumu datang
di joglo penantian cinta ini
(dewa'17)

 



 

 


 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru