Babi pintar mengecoh manusia

 

BABI PINTAR MENGECOH MANUSIA

Di suatu sore, seorang Bapak tua yang sedang berjalan-jalan di sebuah taman untuk menikmati pemandangan indah yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. ketika sedang asik-asiknya berjalan santai, tiba-tiba saja melintas seekor babi di hadapan orang tua itu, spontan saja dirinya terkejut melihat seekor babi yang menyelip di samping kanannya, lalu berucap dengan nada terkejut dan marah kepada si babi; "eh...eh...memang dasar babi kau.....!!!"

Tiba-tiba sang babi pun berhenti seketika itu juga, dan terjadi suatu keanehan karena sang babi tersebut dapat berbicara hingga akhirnya terjadi dialog yang sangat sengit antara manusia dengan babi.

Babi                 : "ada apa wahai insan manusia...?"

Bapak Tua        : "Dasar memang kau babi...!! tidak punya aturan dan sesukamu saja lewat di sampingku...!! mengganggu pandanganku saja...!! dan aku jijik kali melihatmu...!!!"

Babi                 : "Maafkan aku wahai Bapak tua yang terhormat....yang tahu memang bahwa diri Bapak adalah manusia yang tercipta dengan sebaik-baik bentuk dan rupa"

Bapak tua         : "Baru tahu kau....!! babi jelek...babi bau...hina dan jorok....!!"

Babi                  : "lho...lho..lho... kenapa baru begitu saja kok sudah marah-marah..itukan tidak baik..saya kan hanya lewat di samping Bapak....??!

Bapak tua          : "Apa kau bilang....??!!"

Babi                   : "Janganlah suka marah-marah....karena marah-marah itu dapat merusak segala pikiran.... dan terutama kepada hati serta keimanan Bapak..."

Bapak tua           : "Sudah tahu babi...sok malah ngasih tahu pula kau...!!!"

Babi                   : "Loh...kalau memang betul yang aku sampaikan...kenapa Bapak melihat wujud diriku yang jelas-jelas memang babi..? itulah kudrat Tuhan kepada                                      diriku..."

 

Dengan perasaan kesal dan marah atas ucapan sang babi, orang tua itupun mengambil sebuah batu yang ada di dekatnya, kemudian melempar sang babi dengan batu itu sambil berucap "memang dasar babi kau...!!!"

Karena terkena lemparan batu yang cukup keras dari orang tua itu babi pun memekik kesakitan dan berlari "aduh..." 

Lalu babi itupun berhenti sejenak dan kembali mendekati orang tua tersebut sambil berkata "kalau aku sudah jelaslah memang babi, binatang yang paling hina,  jorok, bau, busuk dan sangat tercela lagi....namun aku menjadi sedih dan tidak habis pikir kepada Bapak yang berwujud manusia yang dipandang sebagai manusia yang sempurna itu yang  diciptakan Tuhan dengan kudrat yang sangat baik bentuk rupanya, serta dilebihkan Tuhan dengan akal pikiran yang sehat sehingga Bapak disebut sebagai makhluk mulia, tapi mengapa Bapak berbuat demikian kepada saya...."

Melihat babi kembali mendekat dan berkomentar kepada dirinya, orang tua itupun kembali mencari sesuatu benda untuk bisa melempar atau memukul Sang babi, namun tidak didapatinya batu untuk melempar, dengan perasaan kesal dan marah besar Bapak tua itupun berkata "mau apa kau ke sini lagi babi...??!!!"

sang babi pun menjawab: "aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu yang mungkin sangat berharga dan bermanfaat bagi dirimu sebagai manusia yang paling semprna itu, sehingga  menjadikan dirimu lupa dan merasa sombong kepada makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, terutama kepada diriku ini. Kalau aku memang babi yang tidak diberikan Tuhan akal yang  sempurna...maka aku sadar siapa diriku, namun sayangnya Bapak sebagai manusia yang diberikan akal yang sempurna, tidak mempergunakannya dengan baik, tepat dan benar. Maka jelaslah sekarang ini kedudukan Bapak adalah LEBIH HINA DARI DIRIKU SENDIRI (LEBIH HINA DARI BINATANG)...jelas bukan...kan Pak ???

Sang babi pun berhenti sejenak berucap sambil mengingat sesuatu dan berkata kembali; "Kalau saya eggak salah pak ya...saya teringat firman Allah dalam Q.S Al Araaf (7) Ayat 179...cobalah buka dan bacalah firman Allah itu baik-baik dan resapi...kalau aku.... memang nggak pandai membaca tulisan bahasa arab, karena aku dahulu tidak di sekolahkan di pengajian oleh orang tua ku....maklum lah pak..... orang tuaku malu...karena dia sadar dirinya babi, apa lagi aku lebih merasa malu sebagai anak babi...sadar diri tahu di untungnya aku pak...setelah berucap demikian sang babi pun bergegas lari dengan sekencang-kencangnya seperti anak panah yang lepas dari busurnya (lari terbirit-birit) karena takut di bunuh oleh Bapak tua yang terbakar oleh api neraka hutammah itu. dan Bapak Tua itupun semakin kesal dan marah atas ucapan Sang Babi sambil mengejar sang Babi dan berteriak "BERHENTI KAU BABI....!!!!" dengan mengacung-ngacungkan tangannya untuk melenyapkan sang babi dari muka bumi ini. 

 

Hikmah yang sangat besar yang dapat di petik dari dialog antara manusia dan babi ini ialah:

Allah berfirman yang artinya: "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)"  (Q.S At Tiin (95) Ayat 4-5)  

Manusia di ciptakan Tuhan dalam keadaan fitrah (Ruh/jiwa yang bersih dan suci) yang ditiupkan (dititipkan) kedalam setiap janin anak manusia yang menjadi amanah dari Allah  yang harus di jaga kebersihan dan kesuciannya agar nantinya harus kembali kepada Allah seperti awal mula di ciptakan. 

Allah SWT berfirman: "(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" (Q.S Asy Syuaaraa (26) Ayat 88-89)

Dan apabila manusia itu tidak dapat menjaga amanah yang di titipkan Allah pada dirinya (amanah dari Allah itu yang sesungguhnya adalah Ruh ciptaan-Nya yang bersih dan suci yang bersemayam di dalam hati manusia) maka jadilah ia sebagai makhluk yang serendah-rendahnya dan sehina-hinanya. Untuk itu setiap manusia diwajibkan untuk selalu menjaga dan membersihkan jiwa/hatinya dengan selalu tetap hatinya mengingat Tuhannya (berdzikir mengingat Allah agar terpelihara dari api yang membakar ke hati atau emosi jiwa).

Sebagaimana Allah SWT berfirman: "sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya". (Q.S Asy Syams (91) Ayat 9-10)

dan firman Allah yang lain yang artinya: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai"(Q.S Al A'raaf (7) Ayat 179)

Dari dialog antara babi dan manusia tersebut di atas, jelas sekali orang tua tersebut yang memiliki akal sempurna dan hati akan tetapi tidak dipergunakannya atau jelasnya hatinya lalai dari berdzikir mengingat Allah sehingga hatinya dikuasai setan yang dapat ditandai dari perkataan dan perbuatanya yang sangat arogan hingga menyakiti sang babi serta tidak dapat menerima atau mendengar perkataan-perkataan yang baik karena mata hatinya tidak dapat melihat kebenaran (mata hatinya buta/gelap), dan yang ia lihat hanyalah sosok babi yang hina itu.

Seperti Allah SWT berfirman yang artinya: "Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi" (Q.S Al-Mujadillah (58) ayat 19)

dan firman Allah lagi yang artinya; "maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada".(Q.S Al Hajj (22) Ayat 46)

 

Terima kasih...atas cerita babi ini...semoga dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai manusia... karena ternyata kita lebih sesat dari Sang babi itu.....jika hati kita tidak berdzikir kepada Allah (lalai/tidak mengingat Allah).

Kalau dipikir-pikir dan di tilik tilik dan diamati secara mendalam berdasarkan cerita dan firman Allah diatas....penulis berkesimpulan lebih baik penulis menjadi babi, dari pada menjadi manusia tapi hati saya tidak berdzikir mengingat Allah. (dewo)

 

** jika ada komentar atau pun kurang puas atas apa yang disampaikan dalam tulisan ini, kami mempersilahkan kepada saudara-saudariku sekalian untuk berkunjung ke Pengajian Tasawuf Babur Ridho Rahmatullah Ahli Thariqat Naqsyabandi Jabal Hindi, tapi...yang pastinya harus ngikuti prosedur dan peraturan yang ada di pengajian ini ya..."

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

Artikel Terbaru